junub memegang qur’an


Hukum seorang Junub memegang Mushaf dan membaca Al Qur’an

Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat ada yang memboleh dan ada yang melarang dan masing-masing memiliki dalil, diantaranya :

  1. Yang tidak membolehkannya dengan dalil diantaranya :

Yang Artinya : Dari Ali Ra sesungguhnya Rasululloh SAW bersabda : Tidaklah satupun yang dapat menghalangi seseorang untuk membaca Al Qur’an kecuali seorang yang junub. ( HR Khomsah)

Hadits tersebut dinyatakan sohih oleh Ibnu Sakan dan Imam AtTurmudzi.

Imam An Nawawi berkata : Hadits ini do’if juga Imam Ahmad, As Syafi’I , AL Baihaqi dan Al Khotobi.

Sedangkan Syaikh Nasiruddin Al Albani menyatakan bahwa Hadits ini Adalah do’if, ia berpegangan pada perkataan Ad Dzahabi bahwa  Ibnu Sakan dan At Turmudzi sangat mudah mensohihkan sebuah hadits.[1]

Juga dari hadits yang telah diriwayatklan oleh Ali Bin Abi Tolib :

Artinya : Rasululloh SAW membaca Al Qur’an untuk kami selama beliau tidak dalam keadaan junub ( HR Turmudzi, Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’I, At Toyalisi Al Hakim Ad Daruqutni dan Al Baihaki )

Al Hakim menyatakan bahwa hadits tersebut sohih.

Akan tetapi Imam An Nawawi  mendoifkannya karena didalam sanadnya ada seseorang bernama Abdulloh bin Salamah Al Marodi Al Kufi.[2]

Mereka yang berpendapat dengan tidak bolehnya memegang mushaf menambahkan dengan hadits lain yang diriwayatklan oleh Ali bin Abi Tolib dengan lafadz yang lain yaitu :

Artinya :

Saya melihat Rasululloh Saw berwudu kemudian membaca al Qur’an dan bersabda : Demikian ini untuk orang yang tidak junub adapun bagi yang junub maka tidak boleh walaupun satu ayat. ( HR Ahmad )

Al Haitsami mengatakan Rowi haditsnya kuat.

Seedang Abi Hatim Ar Rozi berkata doif karena ada seseorang yang bernama  Amir bin Samt ia adalah majhul demikian juga Al Albani.

Hadits tersebut menurutnya adalah mauquf karena ada Daruqutni mengeluarkan hadits tersebut dari Abu Ghorif padahal ia tidak bertemu Ali dan ia mauquf.[3]

Pendapat tersebut juga dikuatkan dengan hadits dari Abdillah bin Abu Bakar ia berkata :

Sesungguhnya dalam surat yang ditulis Rasululloh SAW untuk Amir bin Hazm adalah : Hendaknya tidak menyentuh AL Qur’an kecuali orang yang suci.( Hr Malik secara Mursal)

Ibnu Hibban dan Nasa’I menyebutnya mausul sedangkan haditsnya terdapat illat.sedang hadits yang datang dari Ibu Umar menyebutkan :

Artinya :

Dari Ibnu Umar bahwa Rasululloh Saw bersabda: Orang junub dan haid tidak boleh membaca Al Qur’an  ( HR Abu Dawud, Turmudzi dan Ibnu Majah ) Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa hadits tersebut do’if karena ada seseorang yang bernama Ismail bin Iyas Abi Hatim berkata : hadits tersebut bukan dari rasululloh SAW akan tetapi dari Ibnu Umar.

Juga hadits yang diriwayatkan dari sahabat Jabirdan diriwayatkan oleh Daruqutni akan tetapi lemah karena ada seseorang bernama Muhammad bin Fadl ia seorang yang matruk.[4]

2.      Golongan yang membolehkannya

Dalam surat At Taubah disebutkan bahwa orang Musyrik adalah najis dan menunjukan bahwa orang muslim adalah suci.sedang lafadz Tohir adalah musytarok yaitu mempunyai arti lebih dari satu.sedangkan maksud dari Tohir dalam ghadits –hadits yang tersebut adalah bahwa kaum muslimin adalah suci dari umumnya lafadz hadits.dan lafadz tersebut tidak boleh diartikan dengan junub karena tidak ada qorinah bahwa yang di maksud adalah bersih dari janabah.[5]

Adapun dari hadits nabi Saw diantaranya adalah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh RA :

Sesungguhnya nabi mendatanginya di sebuah jalan di Madinah sedang Abu Hurairoh dalam keadaan junubdan ia lalu bersembunyi dari Rasululloh lantas ia pergi untuk mandi.lalu ia mendatangi beliau maka beliau bersabda :

Artinya :

Sesungguhnya seorang muslim tidaklah najis dalam riwayat lain seorang mu’min. ( HR Bukhori )[6]

Hadits dari Aisyah yang menyatakan bahwa Rasululloh SAW selalu mengingat Alloh dalam keadaan apapun

Artinya : Aisyah berkata :

Rasululloh SAW selalu mengingat Alloh pada tiap kondisi ( HR Bukhori )

Hadits tersebut menunjukan bahwa Rasululoh selalu berdzikir dan mengingat Alloh sedeangkan AL Qur’an adalah salah satu wasilah Dzikrulloh. [7]

Sedangkan Ibnu Hazm dalam Al Muhalla berkata : Masalah membaca Al qur’an, berdzikir dan memegang mushaf adalah boleh dialkukan muslim baik wudu ataupun tidak, haid atauopun junub.adapun atsar yang menyebutkan ketidakbolehannya adalah tidak sah ( Al Muhalla : I 77-81 )[8]

Kesimpulan : Orang junub boleh menyentuh dan membaca Ayat al Qur’an namun lebih Afdol berwudlu terlebih dahulu.[9]


[1] Tamamul Minnah : 108-109

[2] Al Majmu’ II 159

[3] Tamamul Minnah :117

[4] Nailul Autor I : 245

[5] Ailul Autor I : 224

[6] Umdatul Ahkam 44-45

[7] Subulu Salam I : 121

[8] Tamamul Mianah : 109

[9] Ahkamun Nisa I 186-188

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: