HUKUM NYANYIAN DAN MUSIK DALAM ISLAM


بسم الله الرحمن الرحيم

HUKUM NYANYIAN DAN MUSIK DALAM ISLAM
Oleh : imron errozz

Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam, kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa, dan tiada permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang dzolim. Kita memohon kepada Allah agar memperlihatkan kebenaran kepada kita sebagai kebenaran, sehingga kita dapat mengikutinya. Serta menunjukkan kebatilan, sehingga kita dapat menjauhinya. Manusia pada zaman dahulu, apabila salah seorang diantara mereka berbuat maksiat, maka ia merasa malu dan bersembunyi, kemudian beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT dari perbuatan itu.
Kemudian setelah itu kebodohan semakin luas, ilmu semakin sedikit, dan banyak persoalan diremehkan, maka orang menjadi biasa melakukan kemaksiatan secara terbuka dan terang-terangan. Selanjutnya keadaan semakin berbalik sampai ada sekelompok dari saudara-saudara kita seIslam ( semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada mereka ) yang telah di gelincirkan dan di sesatkan oleh syaitan untuk mencintai nyanyian, permainan dan mendengarkan musik, lalu meyakininya sebagai bagian dari Ad-Din yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Banyak umat Islam yang menyatakan hal itu secara terang-terangan dan menentang jalan orang-orang beriman serta menyelisihi para fuqoha’, ulama’, dan ahlul ilmi.
Virus nyanyian dan musik itu terus menerus menyerang rumah-rumah kaum muslimin, sampai-sampai mereka tak sanggup lagi membendungnya. Dan terus mengerogoti ketahanan  aqidah dan ahlaq umat ini, sampai-sampai  banyak kaum laki-laki dan perempuan yang terkena fitnah ini disebabkan lemah dan dangkalnya iman mereka, sehingga umur dan hari-hari mereka hanya disia-siakan untuk mendengarkan nyanyian dan musik yang mana ia menjurus kepada nafsu, hamoseksual, dan perzinaan. Anehnya mereka  menganggap hal itu sebagai seni., Telah begitu rusak dan bobroknya akal dan pikiran mereka. Sehingga dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abi Amir dan Abu malik Al-Asy’ari ra. Bahwa Rosululloh saw bersabda :

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف ( رواه البخاري)

“Kelak akan ada dari umatku dari beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khomer dan alat-alat musik.”( HR.Bukhori / fathul bari 10 / 63 )
Imam Ahmad     ra berkata : “Berdasarkan hadits-hadits shahih yang melarang alat-alat musik secara mutlaq telah menetapkan haramnya alat-alat musik seperti: kecapi, seruling, rebab dan lain sebagainya, adapun saat ini alat-alat musik yang terlarang seperti : piano, biola, harpa, gitar dan lain sebagainya.”
Qotadah ra berkata : “ ketika Iblis diturunkan dari jannah ia berkata : Rabbi engkau telah melaknatku lalu apa pekerjaanku ? Allah menjawab : sihir, ia bertanya lagi : apa Qur’anku ? Allah menjawab : syair, ia bertanya lagi : apa tulisanku ? Allah mnejawab : tato, Apa makananku ? Allah menjawab : setiap bangkai dan apa saja yang tidak disebut namaku atasnya. Ia bertanya lagi : apa minumanku ? Allah menjawab : setiap minuman yang memabukkan, ia bertanya lagi : dimana tepat tinggalku ? Allah menjawab : di pasar, apa suaraku ? Allah mwnjawab : seruling., ia bertanya lagi : apa perangkap-perangkapku ? Allah menjawab : wanita. ( Ighasatul lahfan : 1 / 251   )
Islam tidak melarang sesuatu kecuali ada madharat yang ditimbulkannya. Adapun kerusakan dan bencana mendengarkan nyanyian dan musik banyak sekali, diantaranya :
•    Akan merusakkan hati dan menumbulkan nifak didalamnya.
Ibnu Mas’ud berkata : “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan didalam hati, seperti air yang menumbuhkan sayuran, sedangkan dzikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air yang menumbuhkan tanaman”.
diantara seluruh kemaksiatan yang lain, dimana sisi nyanyian itu dapat menimbulkan kemunafikan dalam hati ?
ketahuilah, bahwa nyanyian itu memiliki karakter yang dapat berpengaruh besar dalam mewarnai hati dengan kemunafikan, dan tumbuhnya tanaman disebabkan adanya air. Nyanyian dan Al-Qur’an selamanya tidak akan menyatu dalam hati karena kedua jenis tersebut berlawanan dan bertolak belakang. Al-Qur’an melarang mengikuti hawa nafsu, memerintahkan memelihara kesopanan dan kebersihan hati, menjauhi keinginan-keinginan nafsu dan sebab-sebab kesesatan serta melarang mengikuti langkah-langkah syaithan. Sedangkan nyanyaian memerintahkan kebalikan itu semua, ia akan membangkitkan jiwa untuk melakukan keinginan-keinginan dan akan mendorong kepada setiap keburukan yang dianggap manis. Jika seorang telah kecanduan nyanyian akan menyebabkan Al Qur’an terasa berat bagi hati, serta menjadikan hati tidak suka mendengarnya, jika ini bukan kemunafikan, maka apalagi sebenarnya yang dinamakan kemunafikan itu ? Penyanyi penyeru hati untuk mengikuti fitnah syahwat, sedangkan orang munafik menyeru kepada fitnah syubhat.
    Akan menimbulkan terjadinya syirik, misalnya : cinta kepada penyanyi itu melabihi cintanya          kepada Allah.
    Penyebab perbuatan zina, bahkan merupakan penyebab terbesar untuk menjerumuskan  kejurang kekejian. Karena seseorang setelah mendengarkan nyanyian dan musik maka rusaklah jiwa mereka serta mudah untuk melakukan perbuatan keji.
    Peristiwa pembunuhan sering terjadi diarena pertunjukan musik disebabkan syaithan telah menguasai hati dan kekuatan mereka.
    Menghilangkan dari hati kecintaan terhadap Al-Qur’an, dikarenakan kecintaan kepada Al-Qur’an, musik dan nyanyian, tidak mungkin menyatu kecuali salah satu dari keduanya pasti menyingkir.
    Menimbulkan kemurkaan Allah Ta’ala, dikarenakan ia akan menghalangi dzikir dan ketaatan kepada-Nya.
Adh-Dhahak berkata, “ Nyanyian itu kerusakan bagi hati dan menyebabkan  kemurkaan illahi”. ( Majmuah rosail  1 / 58-59 )

Adapun dalil-dalil yang mengharamkan musik dan nyanyian adalah :
1.     dari Al-Qur’an :
Ibnu  Mas’ud bersumpah dengan nama Allah bahwa yang dimaksud dengan  firman Allah  :

ومن الناس من يشتري لهو الحديث ليضل عن سبيل الله بغير علم ويتخذها هزوا أولئك لهم عذب مهين ( لقمان :6 )

“ Dan diantara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan Allah itu sebagai olok-olokan, maka bagi mereka itu adzab yang sangat pedih. ( Luqman : 6 )
Yang dimaksud dengan lahwul hadits adalah nyanyian . ( Tafsir Ibnu Katsir  3 / 412)
Dalam surat lain Allah swt berfirman:

واستفزز من استطعت منهم بصوت

“ Hasunglah siapa yang kamu sanggupi diatara mereka dengan suaramu. ( Al Isro’ : 64 )
Berkata Mujahid : “ yang dimaksud dengan shouth ialah nyanyian dan seruling.
( Al Jami’ li Ahkamil Qur’an 10 / 289 ).
2 . Dari hadits .
Bersumber dari Anas bin Malik . Bahwa Rasulullah saw  bersabda :

ليكونن في هذه الأمة خسف وقدف ومسف ذلك إذا شربوا الخمر واتخذوا القينات وضربوا بالمعازف ( رواه الترمذي )

“Kelak akan terjadi pada umat ini tiga hal, mereka ditengggelamkan ke dalam bumi, dihujani batu, dan diubah bentuk yaitu jika mereka minum arak, mengundang biduanita untuk bernyanyi dan menabuh alat-alat musik. ( HR At-Timidzi : 2212. Silsilah Ahadits Ashahihah 5 / 236 )

3.     Pendapat ulama Madzahib mengenai nyanyian dan musik.
•    Pendapat madzhab Hanafi
Madzhab Abu Hanifah menjelaskan keharaman mendengarkan segala bentuk permainan    seperti seruling, rebana, sampai memukul-mukul tongkat atau pedang untuk menghasilkan bunnyi-bunyian pun dilarang. Mereka menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kemaksiatan yang menyebabkan kefasikan dan tertolak persaksiannya.
•    Madzhab Maliki
Madzhab Maliki mengatakan bahwa Imam Malik melarang  bernyanyi dan mendengarkan nyanyian. Beliau mengatakan jika seseorang membeli budak wanita, namun ternyata budak itu penyanyi, maka ia dapat mengembalikan budak yang telah dibelinya.  Dengan alasan cacat karena ia seorang penyanyi.
•    Madzhab Syafii
Imam Syafii mengatakan, nyanyian merupakan permainan yang makruh, yang menyerupai kebatilan dan kesia-siaan. Barang siapa melakukannya maka ia adalah orang bodoh yang tertolak kesaksiannya.
•    Madzhab Hambali
Mengenai pendapat Hambali putra beliau yang bernama Abdullah pernah berkata, aku pernah bertanya kepada ayahku mengenai nyanyian, maka beliau menjawab, nyanyian itu akan menimbulkan kemunafikan dalam hati.  ( Ighosatuh lahfan 1 / 227-229 )
Dari keterangan-keterangan diatas jelaslah bahwa musik dan nyanyian adalah qur’annya syetan dan merupakan tirai tebal yang menghalangi seorang hamba mengingat Allah dan ia merupakan sumber kemaksiatan. Apalagi kebanyakan musik dan nyanyian sekarang ini hanya berbicara mengenai perkara cinta, pacaran, cumbu rayu, dan mempertunjukkan bentuk tubuh yang membangkitkan birahi dan mendorong zina serta merusak ahklak maka hal tersebut jelas-jelas haram.
Wahai orang yang tersesat dan menjual jatah dari Allah dengan penukaran jatahnya dari syetan, sungguh jual beli seperti ini sangat rugi di dunia dan akhirat.
Ibnu Qoyyim mengatakan nama-nama alunan syetan sangat banyak diantaranya yaitu Allahwul hadits, Al bathil, al muka at tasdiah ( siulan dan tepuk tangan ), ruqyatul zina
( mantra zina ), quranus syaithon, dan munbitun nifak fil qalb ( Ighotsatul lahfan 1 / 237 )

Adapun cara-cara yang di tempuh untuk menghindari musik dan nyanyian adalah :
1.     Menjauhkan diri dari mendengarkan nyanyian dan musik lewat televisi dan radio.
Sehingga tidak mengherankan Umar bin Abdul Azis pernah menulis  surat kepada orang yang mendidik anaknya , “hendaklah didikanmu yang mula-mula menjadi keyakinannya adalah membenci segala macam permainan yang melalaikan yang bersumber dari syaitan dan berakhir mendapatkan kemurkaan Allah, karena itu aku telah menerima wasiat dari para ‘ulama: yang terpercaya bahwa suara musik, mendengarkan nyanyian, serta asik dengannya dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati, sebagaimana rerumputan itu akan tumbuh disebabakan oleh air, dengan demikian nyanyian dapat merusak hati dan jika hati telah rusak maka kemunafikan dalam hati akan merajalela. ( Ighotsatu lahfan 1 / 250 )
2.     Obat yang paling manjur adalah membaca Al Qur’an  Allah swt berfirman :

يا أيها الناس قد جائتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين

“Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Robbmu dan penyembuh bagi penyakit dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.
( Yunus : 57 )
3. mempelajari riwayat hidup Rosulullah saw sebagai orang yang berakhlak mualia dan cinta para sahabatnya. ( Majmuah Ar-Rosail 1/ 63 )

Syeikh Muhammad jamil zainu menyatakan bahwa nyanyian yang diperbolehkan dalam  Islam adalah :
1. Nyanyian pada hari raya, sebagaimana hadits yang bersumber dari Aisyah bahwa Rasulullah saw bersabda :

دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم عليها وعندها جاريتان تضربان بدفين  وفي رواية فانتهر أبو بكر فقال رسول الله عليه وسلم دعهن فإن لكل قوم عيدا وإن عيدنا هذا اليوم
(رواه البخارى)

“Rasulullah saw masuk menemui Aisyah, didekatnya ada dua gadis yang sedang memukul  rebana, dalam riwayat lain, lalu Abu Bakar membentak mereka, maka RAsulullah saw .bersabda, biarkanlah mereka, karena setiap kaum mempunyai hari raya, dan hari raya kita ini.”
( HR Bukhari,Fathul Baari 2 / 602 )
2. Nyanyian yang diiringi rebana pada waktu perkawinan, dengan maksud memeriahkan dan mengumumkan akad nikah, dan mendorong untuk nikah,  sebagaimana sabda Rasulullah  saw:

فصل ما بين الحلال والحرام ضرب الدف والصوت في النكاح (رواه أحمد)

“Yang membedakan antara halal nikah dan haram ( zina ), adalah memukul rebana dan lagu-lagu waktu ‘akad nikah”. ( HR Ahmad : 3 / 418 ).
3. Nyanyian yang islami (nasyid),  pada waktu kerja yang mendorong agar bersemangat bekerja terutama yang mengandung Do’a, atau berisi tauhid, cinta pada Rosul dan menyebut akhlaqnya atau berisi ajakan jihad, memperbaiki budi pekerti, mengajak persatuan, tolong- menolong sesama umat, menyebut dasar-dasar Islam, atau berisi hal-hal yang bermanfaat bagi umat.
( Majmuah Ar-Rosail : 1 / 62 ).
Dengan catatan :
*Syairnya tidak mengandung lafadz-lafadz syirik, misalnya mengkultuskan Ahlul bait Rasulullah, atau memohon syafaat kepada orang-orang shaleh yang telah wafat.
*Tidak diiringi dengan alat-alat musik yang di haramkan.
Imam An-Nawawi berkata,”bernyanyi dengan alat-alat musik merupakan syiarnya peminum khomer seperti :mandolin, kecapi, kastanyet serta segala jenis alat alat musik gesek dan petik adalah haram di gunakan dan haram di dengarkan.
Abu Amru bin Sholah menyatakan dalam fatwa beliau hendaklah di ketahui bahwa rebana, klarinet, dan nynyian jika menyatu, maka mendengarkannya adalah haram menurut para Imam madzhab dan kaum muslimin, selain mereka tak seorangpun yang menyatakan kebolehan mendengarkannya.
( Ighosatul lahfan : 1/228 ).
Rasulullah saw pernah mendendangkan syair yang berbunyi :

اللهم لا عيش إلا عيش الآخرة فاغفر للأنصا ر والمهاجرة

“ Ya Allah, tidak ada hidup ini kecuali hidup diakhirat, maka  ampunilah Shahabat Anshar dan Muhajirin”.
Sahabat Anshar dan Muhajirain menjawab :

نحن الذين بايعوا محمدا * علي الجهاد ما بقينا أبدا

“ Kita adalah orang yang telah berbaiat kepada Muhammad, akan berjuang terus selama hayat masih dikandung badan ( Majmuah Ar-Rasail 1/ 62 )

Dari keterangan-kererangan diatas dapat kita simpulkan bahwa hukum musik dan nyanyian adalah sebagai berikut :
1.     Haram nyanyian yang melukiskan anggota tubuh, yang membuat fitnah dan mengandung percintaan yang menjurus kepada perzinaan.
2.     Haram mendengarkan musik dan segala bentuknya karena mengandung bahaya dan merusak akhlak.
3.     Diperbolehkan memukul rebana dan menyanyi pada hari raya dan pernikahan .
4.     Diperbolehkan   nyanyian (nasyid ) yang baik-baik ( tidak melanggar syariat ) pada waktu bekerja dan tanpa diiringi musik . ( Majmuah Ar-Rasail 1 / 64  ).

Demikianlah risalah singkat tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam yang telah kami paparkan dengan jelas menurut Al-Qur’an, As-Sunnah dan pendapat ulama’ salaf, dengan maksud agar fitnah sahwat dan syubhat yang ada pada umat ini dapat teratasi.

Surakarta 20 Muharam 1422 H

Maroji’ :
1.     Al-Qur’anul Kariem
2.     Fathul Barie’ Ibnu hajar Al-Atsqolani, Darul Kutub Al-Ilmiyah, Bairut cetakan I  1410H.
3.     Jami’ At-Tirmidzi Ibnu Musa At-Tirmidzi, Darus Salam, cet. I Muharram 1420H
4.     Silsilah Ahadits As-Shahihah, Syaikh Al bani
5.     Tafsir Ibnu Katsir Abu fida’ Ismail bin katsir, Maktabah Al-Asyriyah Bairut cet III 1420H
6.     Al-Jami’ liahkamil Qur’an Imam Al-Qurthubi cet II 1372H
7.     Ighatsatul lahfan Ibnu Qoyyim, Darul Ma’rifah Bairut
8.     majmuah Ar-Rasail At-Taujihat al-Islamiyah Muhammad Jamil Zainu.
9.     Musnad Imam Ahmad bin Hambal,  Maktabah Al-Islamiyah Bairut cet IV 1403 H.

سليكونن في هذه الأمة خسف وقدف ومسف ذلك إذا شربوا الخمر واتخذوا القينات وضربوا بالمعازف ( رواه الترمذي )
“ Kelak akan terjadi pada umat ini tiga hal, mereka ditengggelamkan ke dalam bumi, dihujani batu, dan diubah bentuk yaitu jika mereka minum arak, mengundang biduanita untuk bernyanyi dan menabuh alat-alat musik.
( HR At-Tirmidzi : 2212. Silsilah Ahadits Ashahihah 5 / 236 )
3.     Pendapat ulama Madzahib mengenai nyanyian dan musik.
•    Pendapat madzhab Hanafi
Madzhab Abu Hanifah menjelaskan keharaman mendengarkan segala bentuk permainan seperti seruling, rebana, sampai-sampai memukul-mukul tongkat atau pedang untuk menghasilkan bunnyi-bunyian pun dilarang. Mereka menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kemaksiata yang menyebabkan kefasikan dan tertolak persaksiannya.
•    Madzhab Maliki
Madzhab Maliki mengatakan bahwa Imam Malik melarang  bernyanyi dan mendengarkan nyanyian. Beliau mengatakan jika seseorang membeli budak wanita, namun ternyata budak itu penyanyi, maka ia dapat mengembalikan budak yang telah dibelinya.  Dengan alasan cacat karena ia seorang penyanyi.
•    Madzhab Syafii
Imam Syafii mengatakan, nyanyian merupakan permainan yang makruh, yang menyerupai kebatilan dan kesia-siaan. Barang siapa melakukannya maka ia adalah orang bodoh yang tertolak kesaksiannya.
•    Madzhab Hambali
Mengenai pendapat Hambali putra beliau yang bernama Abdullah pernah berkata, aku pernah bertanya kepada ayahku mengenai nyanyian, maka beliau menjawab, nyanyian itu akan menimbulkan kemunafikan dalam hati.
( Ighosatuh lahfan 1 / 227-229 )
Dari keterang-keterangan diatas jelaslah sudah bahwa musik dan nyanyian adalah qur’annya syetan dan merupakan tirai tebal yang menghalangi seorang hamba mengingat kepada Allah dan ia merupakan sumber kemaksiatan. Apalagi kebanyakan musik dan nyanyian sekarang ini hanya berbicara mengenai perkara cinta, pacaran, cumbu rayu, dan mempertunjukkan bentuk tubuh yang membangkitkan birahi dan mendorong zina serta merusak ahklak maka hal tersebut jelas-jelas haram.
Wahai orang yang tersesat dan menjual jatah dari Allah dengan penukaran jatahnya dari syetan, sungguh jual beli seperti ini sangat rugi di dunia dan akhirat.
Ibnu Qoyyim mengatakan nama-nama alunan syetan sangat banyak diantaranya yaitu Al lahwul hadits, Al bathil, al muka at tasdiah, ruqyatul zina, quranus syaithon, dan munbitun nifak fil qalb ( Ighotsatul lahfan1/

Adapun cara-cara yang di tempuh untuk menghindari musik dan nyanyian :
1.     Menjauhkan diri dari mendengarkan nyanyian dan musik lewat televisi dan radio.
Sehingga tidak mengherankan Umar bin Abdul Azis pernah menulis  surat kepada orang yang mendidik anaknya , “hendaklah didikanmu yang mula-mula menjadi keyakinannya adalah membenci segala macam permainan yang melalaikan yang bersumber dari syaitan dan berakhir mendapatkan kemurkaan Allah, karena itu aku telah menerima wasiat dari para ‘ulama: yang terpercaya bahwa suara musik, mendengarkan nyanyian, serta asik dengannya dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati, sebgaimana rerumputan itu akan tumbuh disebabakan oleh air, dengan demikian nyanyian dapat merusak hati dan jika hati telah rusak maka kemunafikan dalam hati akan merajalela
( Ighotsatu lahfan 1/250)
2.     Obat yang paling manjur adalah membaca Al Qur’an  Allah subahanallah berfirman :
يا أيها الناس قد جائتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين
‘Hai manusia sesungguhny telah datang kepadamu pelajaran dari Robbmu dan penyembuh bagi penyakit dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. ( Yunus:57 )
3.     mempelajari riwayat hidup Rosulullah SAW sebagai orang yang berakhlak muali dan cinta para sahabatnya. ( Majmuah ar-rosail 1/63)

Syeikh muhammad jamil zainu menyatakan bahwa nyanyian yang diperbolehkan dalam islam adalah ;
    nyanyian pada hari baya,sebagaimana hadist yang bersumber dari aisyah bahwa rosululloh saw bersabda ;
دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم عليها وعندها جاريتان تضربان بدفين  وفي رواية
فانتهر أبو بكر فقال رسول الله عليه وسلم دعهن فإن لكل قوم عيدا وإن عيدنا هذا اليوم  (رواه البخارى)-

Rosululloh SAW. Masuk menemui ‘aisyah,didekatnya ada dua gadis yang sedang memukul rebana,dalam riwayat lain,’lalu Abu Bakar membentak mereka,maka Rosululloh SAW.bersabda,biarkanlah mereka,karena setiap kaum mempunyai hari raya,dan hari raya kita ini.’ (HR Bukhori,Fathul baari 2/602)
-nyanyian yang diiringi rebana pada waktu perkawinan,dengan maksud memeriahkan dan mengumumkan akad nikah,dan mendorong untuk nikah, sebagaimana sabda rosululloh saw ;

فصل ما بين الحلال والحرام ضرب الدف والصوت في النكاح (رواه أحمد)
Yang membedakan antara halal nikah dan haram (zina),adalah memukul rebana dan lagu lagu waktu ‘akad nikah’. (HR Ahmad 3/418).
-Nyanyian yang islami (nasyid), pada waktu kerja yang mendorong agar bersemangat bekerja terutama yang mengandung Do’a,atau berisi tauhid,cinta pada Rosul dan menyebut akhlaqnya atau berisi ajakan jihad,memperbaiki budi pekerti,mengajak persatuan,tolong menolong sesama umat,menyebut dasar dasar islam,atau berisi hal hal yang bermanfaat bagi umat.(Majmu’ah Ar rosa il 1/62).
Dengan catatan :
-Syairnya tidak mengandung lafadz lafadz yang menjurus pada syirik,misalnya mengkultuskan Ahlul bait Rosululloh, atau memohon syafaat kepada kepada orang orang sholeh yang telah wafat.
-Tidak diiringi dengan alat alat musik yang di haramkan.
Imam nawawi berkata,’bernyanyi dengan alat alat musik merupakan syiarnya ppeminum khomer,seperti :mandoplin,kecapi,kastanyet serta segala jenis alat alat musik gesek dfan petik dalah haram di gunakan dan haram di dengarkan.
Abu Amru bin sholah menyatakan dalam fatwa beliau :hendaklah di ketahui bahwa rebana,klarinet,dan nynyian jioka menyatu,mak mendengarkannya adalah haram menurut para iam madzhabdan kaum muslimin selain mereka,tak seorangpun yang menyatakan diantara mereka yang menyatakan kebolehan mendengarkannya. (Ighosatul lahfan, 1/228).
Rasulullah saw pernah mendendangkan syair yang berbunyi :
اللهم لا عيش إلا عيش الآخرة فاغفر للأنصاري والمهاجرة

“ Ya Allah, tidak ada hidup ini kecuali hidup diakhirat, maka  ampunilah ya Allah shabat anshar dan muhajirin”.
Sahabat Anshar dan Muhajirain menjawab :
نحن الذين بايعوا محمدا * علي الجهاد ما بقينا أبدا
“ Kita adalah orang yang telah berbaiat kepada Muhammad, akan berjuang terus selama hayat ada dikandung badan ( Majmuah Ar-Rasail 1/ 62 )

Dari keterangan-kererangan diatas dapat kita simpulkan hukum musik dan nyanyian tersebut sebagai berikut :
1.     Haram nyanyian yang melukiskan anggota tubuh yangmembuat fitnah dan mengandung percintaan yang menjurus kepad perzinaan.
2.     Haram mendengarkan musik denhan segala bentuknya karena mengandung bahaya dan merusak akhlak.
3.     Diperbolehkan memukkul rebana dan menyanyi pada hari raya an pernikahan .
4.     Diperbolehkan   nyanyian (nasyid ) yang baik-baik ( tidak melanggar syariat ) pada waktu bekerja dan tanpa diiringi musik . ( Majmuah Ar-Rasail 1/64 ).

Demikianlah risalah tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam telah kami paparkan dengan sejelas-jelasnya menurut Al-Qur’an, As-Sunnah dan pendapat ulam” salaf, dengan maksud agar fitnah sahwat pada umat Islam ini dapat teratasi.

Maroji’ :
1.     Al-Qur’anul Kariem
2.     Fathul Barie’ Ibnu hajar Al-Atsqolani darul Kutub Al-Ilmiyah, Bairut cetakan I  1410H.
3.     Jami’ At-Tirmidzi Ibnu Musa At-Tirmidzi darus salam, cet. I Muharrom 1420H
4.     Silsilah Ahadits As-Shohihah, Syeh Al bani
5.     Tafsir Ibnu Katsir Abu fida’ Ismail bin katsir, maktabah al-Asyriyah Bairut cet III 1420H
6.     Al-Jami’ liahkamil qur’an imam Al-qurthubi cet II 1372H
7.     Ighatsatul lahfan Ibnu Qoyyim darul Ma’rifah bairut
8.     majmuah ar-Rasail At-Taujihat al-Islamiyah Muhammada Jamil zainu.
9.     Musnat Ahmad Imam Ahmad bin Hammal, Mkatabah Al-islamiyah Baurut cet IV 1403 H.

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: