Lebih Aman kalau Boncengan


PENGALAMAN adalah guru yang paling berharga. Pepatah itu harus benar-benar kita resapi. Cara mempraktikannya cukup simpel kok. Bikin aja solusi pribadi, biar kejadian yang sama nggak terulang. Contohnya, nyetir sambil melamun.

Sebanyak 78,8 persen responDet pernah mencoba beberapa cara biar selalu fokus saat lagi nyetir. Cara yang paling sering mereka lakukan adalah cari temen untuk boncengan (41,6 persen), mendengarkan musik (35,1 persen), atau yang lebih ekstrem, yaitu ngebut (16 persen).

Seperti yang dialami Reni Permatasari di SMP dr Soetomo Surabaya. Dia pernah mengalami kecelakaan cukup parah gara-gara ngelamun ketika menyetir motor. “Biar kejadian itu nggak berulang, aku punya kiat khusus. Aku selalu mencari partner boncengan. Kalau nggak ada temen, aku manfaatin MP3 player biar melek terus selama perjalanan,” mantapnya. Cara itu cukup ampuh. Sejak itu, dia nggak pernah ngalamin kecelakaan lagi.

Toto Alfian di SMKN 11 malah pernah nyerempet bemo. Setelah itu, Toto selalu mengajak salah seorang temannya ketika bepergian ke mana-mana. Tujuannya jelas, biar ada temen ngobrol di jalan sehingga bisa tetap “sadar” ketika menyetir. “Kalau sama teman kan enak. Sebab, dia bisa ingetin kita ketika terlalu ngebut,” cuap Toto. (nay/hil)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: