Petualangan Berbuah Pelaminan


Petualangan Berbuah Pelaminan

Hendri F. Isnaeni
Peneliti Sejarah PSIK Universitas Paramadina
Peraih Paramadina-The Jakarta Post Fellowship

Manusia menyukai petualangan karena menyajikan hal-hal baru yang tidak diketahui sebelumnya. Petualangan menyibak rahasia ketidaktahuan. Bahkan, sang petualang akan merasakan hidup yang sebelumnya tidak terpikirkan

Petualangan identik dengan hidup berpindah-pindah (nomaden). Adalah Marguerite van Geldermalsen, seorang gadis asal Selandia Baru yang memiliki bakat hidup nomaden. Bakat itu berkat gen dari orangtuanya yang imigran dari Belanda. Keduanya meninggalkan orangtuanya saat masih kecil. Ibu ikut dengan salah satu kapal, sedangkan ayah ikut salah satu penerbangan komersial. Keduanya kemudian bertemu di tempat tujuan. Seseorang yang dipanggil “paman” oleh Marguerite, yang merupakan teman pena ayah dan tinggal di Auckland, mengajak ayah berbisnis prangko di sana. Ayah dan ibu kemudian menikah di negara tersebut.

Ibu membebaskan anaknya. Ia tidak ingin mencampuri urusan mereka, karena ia merasakan model pendidikan tersebut ketika masih kecil. Ayah pun sama, dia tidak pernah memberikan hukuman pada Marguerite.

Sejak usia 15 tahun, Marguerite terbiasa mendaki gunung di Selandia Baru dan Inggris. Usia 17 tahun, ia meninggalkan rumah dan masuk sekolah program 3 tahun di Rumah Sakit Braemar. Kemudian ia bertemu Maureen yang tinggal bersamanya di kos. Keduanya tinggal berpindah-pindah, dari satu rumah tua ke rumah tua yang lain.

Marguerite membeli motor Suzuki 2 tak. Ia dan Maureen menggunakannya untuk berpetualang ke Kanada, Swiss, dan tempat-tempat lainnya.

Saat masih kecil, Marguerite menyukai film-film Halloween dan Wild Wild West yang membuatnya ingin pergi ke Amerika Serikat. Namun, Maureen meyakinkannya kalau London merupakan tempat yang menyenangkan untuk memulai petualangan. Marguerite dan Maureen memutuskan untuk pergi ke London pada tahun 1976.

Di sana, Marguerite dan Maureen bekerja serabutan, mulai dari sebagai pelayan bar sampai menjadi pelayan toko. Namun, Maureen menghentikan petualangannya ketika ia bertemu dengan suaminya. Untungnya, Marguerite bertemu Elizabeth yang menceritakan berbagai hal seputar Yunani dan Mesir. Namun, Marguerite tidak pernah mendengarnya dan juga tidak pernah mendengar mengenai Petra. Lalu Marguerite dan Elizabeth memutuskan untuk pergi ke Petra.

Kalender menunjukkan tahun 1978. Setelah mengunjungi Yunani dan Mesir Marguerite dan Elizabeth memutuskan untuk ke Petra, Yordania. Di sanalah ia bertemu dengan seorang pria Badui–yang juga seorang petualang.
”Di mana kau tinggal?” Tanya pria Badui itu. “Kenapa kau tidak tinggal bersamaku. Di dalam guaku?” laki-laki itu tampak antusias.

Begitulah Marguerite membuka ceritanya. Kata-kata itu begitu membekas, bahkan menjadi daya tarik baginya, sehingga ia bersedia dipersunting oleh Muhammad Abdallah Othman, seorang penjual suvenir dari Badui di kota kuno Petra Yordania.

Bagi Marguerite, Muhammad Abdallah adalah sosok yang karismatik, yang berhasil meyakinkannya kalau dirinya adalah laki-laki yang tepat. Tanpa diduga, Marguerite telah mengulang kisah yang dialami Maureen. Apakah Muhammad Abdallah telah mengakhiri petualangan Marguerite? Justru pernikahan itu adalah petualangan sesungguhnya.

Marguerite tinggal dengan Muhammad Abdallah di dalam gua yang dipahat dari batu merah di lereng bukit yang berusia dua ribu tahun, menjadi perawat untuk suku Badui yang menghuni tempat bersejarah itu, dan belajar untuk hidup seperti suku Badui: memasak dengan api, mengangkut air dengan keledai, dan meminum teh hitam yang manis. Mereka pun dikaruniai tiga orang anak.



Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: