tafsir Al Anfal


RINGKASAN KITAB AD-DURRUL MANAGSTUR FI TAFSIR

AL-MA’STUR

KARANGAN: IMAM ABDURRAHMAN JALALUDDIN AS-SYUYUTI

JALID KE EMPAT

PENERBIT DARRUL FIKR ( 1993 M, 1414 H)

 

Surat al-anfal sebanyak 75 ayat.

 

Ada beberapa riwayat tentang dimana surat ini diturunkan diantaranya:

Surat ini diturunkan di Madinah, pendapat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Zubair. Yang mana ia diturunkan pada saat perang badar dalam pendapat lain.

Sebab turunnya surat ini ada beberapa riwayat diantaranya :

1.     Diriwayatkan oleh Thayalis dan Bukhari dalam kitab adabnya dan Ibdu Mardawiyah, Imam Al-Baihaqi  dari Saad bin Abi Waqas ia berkata,” telah turun 4 ayat dalam Al-quran pada diriku, yang mana ibuku pernah bersumpah untuk tidak makan dan minum, sehingga aku datang menemui Rasulullah maka turunlah  satu ayat tentang berbakti kepada orang  tua (surat Al-luqman ayat: 15), ayat kedua yang turun pada perang badar, aku telah mengambil sebuah pedang yang aku herankan, lalu aku menemui Rasulullah dan berkata kepadanya,” wahai Rasulullah berikanlah pedang ini kepadaku” maka turunlah surat ini. Ayat yang ketiga ketika aku sedang sakit Rasulullah datang menjengukku dan aku ingin sepeninggalku nanti hartaku dibagikan setengah dari hartaku, dibagikan kepada kerabatku, Rasulullah menjawab ,” tidak. Tetapi sepertiganya saja. Ayat yang keempat berkenaan dengan pengharaman khamar. (halaman 4)

2.     Dan diriwayatkan dari Ibnu Mandzur dan Ibnu Madawaih dari Sa’ad bin Abi Waqas ia berkata,” telah turun kepadaku dalam Al-quran empat ayat: ayat tentang berbakti kepada kedua orang tua, ayat tentang wasiat harta sepertiga, ayat tentang harta rampasan perang dan ayat pengharaman khamar. (halaman 4)

3.     Dalam riwayat lain disebutkan diceritakan oleh Ubadah Bin Shamit: pada perang badar kaum muslimin dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok yang menghadang musuh, kelompok yang membentengi Rasulullah dan kelompok yang mengumpulkan Ghanimah, lalu setelah habis perperangan mereka berselisih siapakah yang berhak mendapatkan harta rampasan ini.  Masing masing menginginkannya diantara yang lain. Maka Allah menurunkan surat ini. (halaman 5)

4.     Ibnu Abbas menafsirkan ayat pertama dari surat ini Al anfal adalah ghanimah. Yang mana semuanya hanya milik Rasulullah dan tidak seorangpun dari kaum muslimin yang berhak mendapatkannya. Lalu turunlah firman Allah yang menasikh ayat pertama ini dengan ayat 41. lalu kemudian harta itu dibagi seperlima untuk Rasulullah, karabat dekat, anak yatim, orang miskin dan orang yang berjihad dijalan Allah. (halaman: 8)

Diriwayatkan dari Ibnu Jarir dan Abi Hatim dari As-Sa’adi menafsirkan ayat:

وأصلحوا ذات بينكم

Janganlah kalian saling menbantah, dan mencela satu sama lain.

Pada suatu hari para sahabat melihat beliau tertawa, sehingga nampaklah gigi gerahamnya, lalu sahabat bertanya apa gerangan yang menyebabkan engkau tertawa Wahai Rasulllah ? beliau menjawab,” ada dua orang dari umatku yang tersungkur dihadapan Allah, salah satunya berkata ,” Ya Allah, sungguh saudaraku itu telah mendhalimiku, maka berikanlah kebaikannya kepadaku. Allah berfirman kepada yang kedua, berikanlah apa apa yang dituntut oleh saudaramu itu darimu. Ia berkata,” Ya Allah, sungguh aku tidak memiliki kebaikan yang tersisa sedikitpun.(halaman 10)

Pada ayat kedua ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil diantaranya:

1.     Ibnu Abbas menfsirkan ayat ini” adalah orang orang munafik tidak masuk sedikitpun dalam hati mereka dzikir yang mereka baca, mereka tidak beriman kepada ayat ayat Allah , dan tidak bertawakal kepada Allah. Sungguh mereka bukan orang yang beriamn.

2.     Aisyah berakata,” tidak lah ketakutan yang ada pada diri seseorang kecuali seperti bara api yang menyala, maka apabila kalian mendapatkan waktu tersebut berdoalah kalian. Dalam riwayat lain disebutkan, itu adalah waktu mustajab. (halaman 11)

3.     Diriwayatkan oleh Hakim dan Tirmidzi, dari sahabat Umar bin Khatab ia berkata,” jika sendainya keimanan Abu Bakar ditimbang dengan keimanan penduduk bumi ini , maka jelaslah keimanan Abu Bakar yang lebih berat.(halaman 11)

4.     Sa’id bin Zubair menfsirkan ayat

وعلي ربهم يتوكلون

Bertawakal kepada Allah adalah kumpulan keimanan, dan bagian dari kimanan itu sendiri.

Diriwayatkan dari Abu Syaikh dari Abu Rauq ia berkata,”

أولئك هم المؤمنون حقا

Ia menafsirkan manusia itu ada yang menyembunyikan keimanannya, dan menampakkan kekafirannya, dan adapula sebaliknya. Dan  Allah menurunkan  ayat ini, dengan tujuan agar dapat membedakan mana yang betul betul beriman dan mana yang tidak.

Ibnu Abbas berkata dalam ayat ini,” mereka adalah orang yang bara’ teradap kesyirikan.

Qatadah berkata,”mereka yang memenuhi semua hak Allah.

Suatu hari Harist bin malik melewati Rasulullah, Rasulullah menanyakan bagaimana kabarmu pagi ini wahai Harist ? Harist menjawab,” pagi ini aku dalam keadaan betul betul beriman”. Rasullah bersabda lagi,” apa yang kamu ucapkan tadi Harist, apakah yang dimaksud dengan hakekat keimanan itu ? harist menjawab,” aku jauhkan diriku dari kenikmatan dunia, pada waktu malam aku shalat, singnya aku berpusa, seolah olah aku dapat melihat penduduk jannah yang sedang diperistrikan , dan penduduk neraka yang sedang dihinakan. Rasullah menjawab,” wahai Harist, kamu sungguh sudah tahu, maka lazimilah 3 hal tersebut”.

Para ulama tafsir menafsirkan

لهم درجات

1. Keutamaan dan rahmat (Said bin Jubair)

2. Amalah yang terangkat (Imam Mujahid)

3. Ahli jannah yang derajatnya bertingkat tingkat, yang lebih tinggi dapat melihat yang lebih rendah. (Imam Adh-Dhahak)

Tafsir ayat ” mereka mendapatkan ampunan dan rizki yang mulia”:

1.     Meninggalkan dosa dan beramal shalih (Ibnu Zaid)

2.     Jannah ( Muhammad bin Ka’ab )  ( halaman 13-14).

Para ulama berbeda dalam menafsirkan ayat berikut :

كما أخرجك ربك من بيتك باالحق

Imam Mujahid dan As-Suda” keluar berperang , kaluar ke badar .

Seorang sahabat menafsirkan” keluar ke kafilah Abi Sufyan.

 

Dari Ibnu Abbas ia berkata,” ketika Rasulullah bermusyawarah bagaimana menghadapi musuh pada hari badar. Rasulullah memerintahkan mereka berperang, namun mereka merasa capek dan memerintahakn supaya tetap bertahan dan kuat, tetapi mereka tidak menyukainya, maka turunlah ayat ini. ( halaman 16)

Pada perang badar Rasulullah mengadakan majlis musyawarah militer, membahas kondisi pertahanan yang harus diperkuat dan kekuatan, Rasullah ingin mendengarkan pendapat mereka, sebagian dari kaum muslimin mereka ciut dan tidak berani menghadapi musuh dalam perang, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat 5-6. sedangkan para komandan mereka tetap tidak kendor, seperti: Abu Bakar, Umar bin Khatahab dan Miqdad bin Amr ( halaman 15-16)

Perihal becornya berita keluarnya Nabi beserta pasukannya, diawali dengan mimpinya Atikah binti Abdul Muthalib sebelum perang badar dan datangnya utusan Abu Sufyan ke Makkah, ia melihat kehancuran yang akan didapatkan oleh orang Quraisy.(halaman 17)

Kaum muslimin sebelum terjadinya perang, mereka bersama sama musuh saling memperebutkan suatu tempat yang menjadi sumber air, pada malam harinya Allah menurunkan hujan yang deras, sehingga musuh sulit untuk sampai ke sumber air tersebut, dan kemudahan ada di tangan kaum muslimin, sehingga mereka medapatkan sumber air itu. (halaman 22)

Didalam pasukan Quraisy terdapat iblis yang menyerupai Suraqah bin Malik, ia memberikan motivasi kepada mereka. Pada perang badar banyak turun awal-awal surat Al-anfal  . (halaman 21-23)

Do’a Nabi yang termashur pada perang badar adalah ” Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu engkau tidak akan disembah lagi, ya Allah kecuali jika engkau menghendaki untuk tidak disembah selamanya pada hari ini”. Setelah beliau berdoa, lalu datang Jibril dan berkata ” Wahai Muhmmad ambillah segenggem tanah dan lemparkanlah tanah itu kehadapan musuh. Maka turunlah ayat 17, hal ini membuat iblis tadi kabur dari kancah perperangan. (halaman 27)

Dirawayatkan dari Ibnu Jarir dari Ali bin Abi Thalib ia berkata ,” malaikat Jibril turun bersama 1000 para malaikat lainya dari arah kanan  Nabi, yang mana disitu ada Abu Bakar, dan malaikat Mikail turun bersama 1000 malaikat dari arah kiri Nabi dan disitu ada aku ( Ali bin Abi Thalib). Dalam riwayat yang sama dari Imama Mujahid ” malaikat Jibril turun dengan memegang kekangan kuda dan mengenakan baju besi, yang terdapat peralatan perang.

Dari riwayat lain dari Atiyah bin Qais ” Malaikat Jibril berdiri diatas kuda betina berwarna hijau dan ditangannya ada tombak, ia menggunakan baju besi. (halaman 30)

Diriwayatkan dari Abi Hatim dari Qatadah ia berkata” rasa kantuk itu adanya di kepala dan tidur itu di hati”. Kaum muslimin mendapatkan nikmat ini dua kali pada perang badar dan uhud. (halaman 32).

Dari Ibnu Abbas pada mulanya kaum musyrikin menguasai air, sehingga kaum muslimin merasa kehausan. Lalu datanglah syetan yang memberi was was kepada mereka, ia menanamkan kesedihan dalam diri mereka. Maka turunlah firman Allah ini. Dan hilanglah rasa was was itu. Dalam riwayat lain Allah menurunkah hujan sebelum diturunkannya rasa kantuk. Hujan mengirami debu-debun, membasahi bumi dan menjadikan jiwa kaum muslimin menjadi bersih serta kuat kembali. (halaman 32).

Diriwayatkan dari Hatim bin Rabi’ bin Anas ia berkata,” orang orang pada perang badar mengenali orang yang dibunuh malaikat, yang mana mereka, lehernya ditebas dengan pedang bagaikan percikan api yang membakar. (halaman 35).

Dari Abu Syaikh dari Hasan berkomentar tentang ayat ini

ومن يولهم يومئذ دبره

Ia berkata” hanyasanya ayat ini di turunkan terkhusus pada perang badar, lari dari perang karena kepayahan tidak termasuk dosa besar. Tidak ada seorangpun yang balik kebelakang dari kaum muslimin.

Dalam riwayat lain orang yang lari dari peeprangan tanpa udzur maka wajib baginya neraka.

Imam Adhahak menafsirkan ” mutaharifaan adalah orang yang maju dan ia mendapatkan ada peluang bagi musuh untuk membunuhnya lalu ia lari . dan Mutahaiyizan adalah orang yang kembali bergabung ke Rasulullah dan para sahabat yang lain.( halaman 37).

Ibnu Umar dan Ibnu Abbas ” berpendapat bahwa  lari dari  peperangan termasuk dari dosa besar. Sahabat Atha’ bin Abi Rabah mengatakan bahwa ayat ini talah di nasakh dengan ayat yang ke 66.

Ada seorang yang ia  meminta wasiat dari Nabi, maka beliau bersabda,” janganlah kamu lari dari peperangan, karena siapa yang lari darinya maka ia akan mendapatkan murka Allah dan tempat kembalinya neraka.

Diriwayatkan dari Imam Ahamd dari sahabat Amru bin Ash ia berkata dari Nabi ” bahwasanya Nabi meminta perlingdungan dari 7 kematian : mati dalam keadaan tiba tiba, mati karena sengatan ular, mati kerena diterkam binatang buas, mati karena tenggelam, mati karena tertipu oleh sesuatu, dan mati karena lari dari peperangan.”

Diriwayatkan dari Ibnu Saad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Imam Baihaqi dalam bab asma’ dan sifat Allah dari Bilal bin Yasar dari Zaid pembantu Rasulullah dari bapaknya dari kakeknya ia berkata,” Rasulullah bersabda” barang siapa yang mengucapkan

أستغفر الله الذي لا إله ألا هو الحي القوم و أتوب

Maka ia akan diampuni walaupun ia lari dari peperangan. Dalam riwayat lain disebutkan  mengucapkannya sebanyak 3 kali. ( Halaman 39 )

Imam Qatadah berkata,

وما رميت إذ رميت

” Rasulullah melempari mereka dengan batu kerikil, yang membawa penyakit. Dalam riwayat lain dari Ikrimah ” batu itu membawa penyakit dimata, dalam riwayat lain batu ini turun dari langit. (halaman 40)

Pada perang badar Rasulullah telah membunuh Ubai bin Khalaf, yang beliau melemparinya sehingga salah satu dari  tulang rusuknya hancur (halaman 42)

Ayat yang ke 22 diturunkan kepada Nadhir bin Harist dan kaumnya ( halaman 43)

Imam mujahid dalam mengomentari ayat

إذا دعاكم لما يحييكم

“maksudnya adalah Al-quran, yang didalamnya terdapat kehidupan, kunci kesuksesan dan penjagaan di dunia dan akhirat.

Diriwayatkan dari Abu Syaikh dari Ubai ia berkata,” Aku menanyakan kepada Ibnu Abbas firman Allah

يحول بين الراء و قلبه

Beliau menjawab ‘ berbuatlah kalian , karena setiap perkara itu sudah di mudahkan. Yang mana ahli neraka gampang melakukan amalan ahli neraka begitu pula sebaliknya dengan ahli surga. (halaman 45)

Diriwayatkan dari Ibnu Jarir dan Ibnu Mandzur dari Hasan beliau mengomentari ayat yang ke 25 ” ayat ini turun kepada Ali, Ustman, Thalhah dan Zubair. Dalam riwayat lain, turun khusus bagi sahabat, terutama  sahabat badar dan bagi mereka yang ikut serta dalam perang jamal. Ibnu Abbas berkata,.” Allah memerintahkan orang orang mukmin agar tidak membiarkan perbuatan mungkar diantara mereka, sehingga akibatnya nanti Allah akan meratakan adzab-Nya bagi mereka. (halaman 47)

Diriwayatkan dari ibnu Abbas beliau mengomentari firman Allah , ayat ke 27 ” janganlah kalian mengkhianati Allah denan meninggalkan kewajiban dari-Nya, dan jangan kalian mengkhianati Rasulullah dengan kalian meninggalkan sunnahnya, dan tepatilah anamah kalian “. (halaman 47)

Diriwayatkan dari ibnu Mas’ud, ia mengomentari firman Allah ayat 28 ” setiap kalian akan mendapatkan fitnah, sebagaimana firman Allah

إنما أموالكم و أولادكم فتنة

Maka barang siapa meminta perlingdungan maka berlindunglah kepada Allah dari bahaya firnah ini. (halaman 50).

Ada beberapa riwayat yang mengomentari ayat ke 29

يجعلكم فرقانا

Ibnu Abbas ‘ keberhasilan, pertolongan’.

Mujahid ‘ jalan keluar bagi kehidupan dunia dan akhirat. (halaman 50)

Diriwayatkan dari Sa’id bin jubair dan Sudaa’ yang dimaksud dengan ayat ke 31, itu adalah perkataan Nadhar bin Harist. (halaman 54), masih dari Sa’id ‘ telah turun kepada Nadhar bin Harist beberapa ayat diantaranya : Al-anfal: 31, Shat: 16, Al-an’am: 94 dan Al-ma’arij:1. sahabat Atha’ berkata ” telah turun kepadanya sekitar 10 lebih ayat.

Dari Ibnu Abbas mengomentari ayat ke 33″ pada orang mukmin itu ada dua keamanan, adanya Rasulullah dan Istighfar (halaman 55)

Diriwayatkan dari Ibnu Abzi ” ketika Rasulullah berada di Makkah turun ayat

وما كان الله لعذبهم و أنت فيهم

Dan ketika beliau berada di Madinah turun ayat

وما كان الله لعذبهم و هم يستغفرون

Para ulama tafsir menafsirkan ” mereka meminta ampun” maknanya diantara mereka masih ada yang masuk islam (Mujahid dan Ikrimah)

Diriwayatkan dari Baihaqi dalam cabang keimanan, dari Qatadah ia berkata”

إن القرأن يدلكم على دائكم و دوائكم أما دائكم فذنوبكم وأما دوائكم فاالأستغفار

” sesungguhnya Al-quran menunjuki penyakit dan obat kalian, yang mana penyakit kalian adalah dosa-dosa kalian sendiri, dan obatnya adalah istighfar”

dalam riwayat lain Ibnu Abi Dunya dan Imam Baihaqi dari ka’ab ia berkata,” Rasulullah bersabda”

أن العبد ليذنب الذنب الصغير فيحقره و لا يندم عليه و لا يستغفره منه فيعظم عند الله حتى يكون مثل طود، و يذنب الذنب فيندم عليه و يستغفره منه فيصغر عند الله عز و جل حتى يعفو له

“sesungguhnya seorang hamba melakukan dosa kecil, ia meremehkannya, tidak menyesal dan meminta ampun, maka Allah akan menjadikannya dosa besar hingga seperti gunung yang besar, dan ia pun melaksanakan dosa lalu menyesal dan beristighfar maka Allah akan menjadikan dosa itu kecil dan hingga memaafkannya.

Dalam riwayat lain dari Tirmidzi dari Abu Musa Al-Asy;ari ia berkata Rasulullah bersabda”  Allah telah menurunkan kepadaku dua keamanan bagi umatku,

وما كان الله لعذبهم و أنت فيهم

وما كان الله لعذبهم و هم يستغفرون

Apabila aku di panggil kehadirat Allah, aku sudah meninggalkan bagi mereka istighfar hingga sampai hari kiamat kelak. ( halaman 57).

Diantara keutamaan istighfar adalah

1.     Diriwayatkan dari Ahamad dari Fadhalah bin Ubaid ra. Dari Nabi beliau bersabda,” hamba itu aman dari adzab Allah, selama ia beristighfar kepada Allah”.

2.     Dari Abu Sa’id ra. Ia berkata,” Rasulullah bersabda,” sesungguhnya setan itu berkata” demi kemulian engkau ya Rabb, aku tidak akan pernah berhenti menyesatkan manusia , selama ruh mereka berada dalam jasadnya, Allah berfirman” demi kemulianku dan keagunganku aku akan senantiasa mengampuni mereka selama mereka meminta ampun kepadaku”.

Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, meriwayatkan dari Qatadah ia berkata,” Rasulullah bersabda ,” beruntunglah barang siapa yang mendapatkan di lembarannya nanti, banyak istighfar.

Dari Ibnu Abbas dari Nabi beliau bersabda,” barang saipa yang banyak istighfarnya, maka Allah menjadikan baginya setiap kesedihan (kesukaran ) jalan keluar, dan dari setiap kesempitan kelapangan.( HR. Abu Dawad, An-Nasai, dan Ibnu Majah) (halaman 58)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia mengomentari ayat 36,” ayat ini turun atas Abu Sufyan bin Harb. Ditambahkan oleh imam Mujahid ‘pada waktu ia menginfakkan hartannya pada perang uhud sebanyak  40 auqiyah emas yang mana ia sama dengan 42 mistqal emas. (halaman 63)

Dari Ibnu Abi Nasih ra. Ia berkata,” hanya sanya harta itu ada 3, harta ghanimah dalam surat Al-anfal 41, harta fai’ dalam surat Al hasyar: 7 dan harta sadaqah dalam surat At taubah: 60.

Dari Ka’ab Al-Anbari ra. Berkata,” tidaklah ada sesuatu yang lebih dicintai Allah dari membaca Al-quran dan dzikir, jika sekiranya tidak karena keduanya maka Allah tidak memerintahkan hambanya untuk shalat dan dzikir. Allah memerintahkan berdzikir ketika perang .

Imam Qatadah berkata,” Allah mewajibkan dzikir pada waktu sibuk dan perang. (halaman 70)

Diriwayatkan dari Hakim dari Abi Musa Al-Asya’ri ra. Sesungguhnya Rasulullah tidak menyukai gaduh dalam perperangan. Dalam riwayat lain Ibnu Abi Syaibah dari Hasan ra. ‘Rasulullah tidak menyukai mengangkat suara pada tiga kodisi : pada waktu perang , waktu mengurusi jenazah, dan waktu membaca Al-Quran. (halaman 76)

Rasulullah bersabda” sesungguhnya Allah memasukkan ke jannah 3 orang dengan satu panah, orang yang membuatnya, orang yang menyiapkannya dan orang yang melemparkannya….. setiap permainan anak adam adalah batil kecuali 3 hal : memanah, melatih kuda perang dan bermain bersama istri.(halaman 84)

Rasulullah bersabda” barangsiapa yang berlatih memanah,  lalu ia meninggalkannya maka ia telah bermaksiat kepadaku.

Adalah U’bah bin ‘Amar selama hidupnya, ia tidak pernah meninggalkan latihan memanah. Ia berkata” aku tidak akan meninggalkannya meskipun tanganku putus. (halaman 85)

Rasulullah bersabda” barang siapa yang memanah baik itu mengenai sasaran ataupun tidak, maka ia bagaikan memerdekakan seorang budak perempuan, yang mana ia akan menjadi tebusan dari api neraka . dalam riwayat lain ia akan mendapatkan derajat di jannah nantinya. (halaman 87)

Rasulullah bersabda’ hak seorang anak atas bapaknya adalah bapaknya mengajarinya tulis baca dan memenah. (Baihaqi) dalam riwayat lain dari Ibnu Umar ia berkata Rasulullah bersabda’ ajrilah anak kalian renang dan memanah, dan bagi anak perempuan menenun. (Imam Baihaqi)

Dari Muslm bin Jundub ia berkata’ orang yang pertama kali menunggang kuda adalah Ismail as. Yang mana kuda saat itu liar dan tidak dapat dikendalikan, lalu Allah menundukan kuda itu baginya .

Diriwayatkan dari Ibnu Mandhur, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih dan Sa’id bin Jubair ra. Ia berkata,” ketika 33 orang dan  6 orang perempuan masuk islam bersama Nabi, kemudian masuk islamlah Umar bin Khathab, maka genaplah menjadi 40 orang dan turunlah ayat ke 64. (halaman 101)

Dari Sa’id bin Jubair” bahwasanya Nabi pada perang badar tidak membunuh komandan perang (musyrik) kecuali 3 orang saja, mereka adalah : ‘Uqbah bin Abi Mu’it, Nadhar bin Harist, dan Tha’mah bin ‘Adi. Dan Nadhar , ia ditawan oleh Miqdad. (halaman 107)

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Jabir bin Zaid ia berkata,” tidaklah seorang itu beramal mengharap Ridha dari Allah, namun ia disamping itu mengharap dunia , maka Allah akan berikan dunia itu (dan Ridha-Nya tidak diberikan) (halaman 109)

Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata,” telah turun pada perang badar ayat  70 atas para tawanan badar diantaranya adalah: Abbas bin Abdul Muthalib, Naufal bin Harist dan Uqail bin Abi Thalib.(halaman 113)

Diriwayatkan dari Abi Hatim dari Ikrimah ia mengomentari ayat ke 72 ” orang-orang yang tinggal di Makkah dan orang orang Muhajir yang tidak tinggal di Makkah mereka tidak saling mewarisi begitu pula sebaliknya, ini berlangsung sehingga hari Fathul Makkah, lalu Allah menurunkan lanjutan ayat tersebut. (halaman 115)

Dari Ibnu Abbas ia berkata” Rasulullah meninggalkan umatnya setelah beliau wafat, dalam 4 tingkatan:

1.     orang orang muslim yang berhijrah

2.     orang orang Anshar yang berhijrah

3.     orang orang yang beriman tetapi tidak berhijrah

4.     dan orang orang yang mengikuti mereka dalam hal kebaikan mereka. (halaman 117)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dengan sanad yang dhaif dari Ali bin Abi Thalib ia berkata” aku  menghafal 4 hal dari Rasulullah : shalat wustha itu adalah shalat ashar, hari hajjul Akbar itu adalah hari koban, sujud penutupan adalah dua rakaat setelah maghrib, dan shalat akhir malam adalah dua rakaat sebelum shalat shubuh. (halaman 127)

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dari Imam As-Sya’bi ia ditannya apakah hajil ashghar itu, baliau menajwab” hajjul ashghar adalah berumrah pada bulan Ramadhan. (halaman 129)

Dalam suatu riwayat ada seorang Arab badui ia berkumpul bersama khalifah Umar bin Khathab dan para sahabat yang lain. Khalifah berkata,” tolong coba bacakan kepadaku satu  ayat yang diturunkan Allah kepada Rasulullah ? lalu orang Arab badui itu membacakan kepada beliau sebuah ayat surat At-taubah ayat 1, tetapi ia membacanya salah dengan mengkasrahkan kaliamt Rasulullah. Maka Umar memperbaikinya dengan membaca kalimat terssebut dengan dhammah. Setelah itu Umar berwasiat agar sekiranya yang membaca Al-Quran itu ia mengetahui ilmu bahasa Arab. Dan Umar memerintahkan Abu Aswad Adu’ali untuk menyusun dasar dasar ilmu bahasa Arab ketika itu. (halaman 130)

Dari Qatadah ia mengomentari ayat ke enam surat at-taubah” hanyasanya menusia itu terbagi menjadi 3 macam : orang muslim yang wajib baginya membayat zakat, orang musyrik yang wajib baginya membayar jizyah, dan orang yang menentang (memerangi) mereka wajib memberikan sepersepuluh dari harta yang mereka meliki. (halaman 133)

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari sahabat Anas ra, beliau berkata,” Rasulullah bersabda” Allah berfirman ‘sesungguhnya hamba yang paling aku cintai adalah mereka yang saling mencintai karenaku, dan mereka yang meramaikan masjidku, dan mereka yang beristighfar kepadaku pada waktu siang harinya, maka apabila aku menghendaki suatu ahzab kepada suatu kaum, dan aku melihat mereka, maka akupun menghentikan adzab itu bagi mereka. (halaman 140)

Dari Ibnu Mas’ud ra, beliau berkata’ Rasulullah bersabda’ sesungguhnya rumah Allah dimuka bumi ini adalah masjid, dan sudah menjadi kewajiban bagi Allah untuk menghormati orang yang mengunjungi rumah-Nya. (halaman 141)

Dari Ali bin Abi Thalib, adalah Rasulullah bersabda’ barang siapa yang menggantungkan lampu di masjid, maka 700000 para malaikat akan bershalawat kepadanya dan memintai ampun untuknya selama lampu itu masih hidup.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawiyah dari Imam As-Sya’bi ra. Beliau berkata” telah terjadi diantara Ali dan Abbas suatu perbincangan yang sengit, dimana Abbas berkata kepada Ali ra,”Aku adalah pamannya Rasulullah sedangkan kamu adalah anak pamannya, dan aku yang memegang pemberian minum para jama’ah haji dan memakmurkan masjid. Lalu Allah menurunkan firman-Nya surat at-taubah ayat 29. diriwayatkan dari Abdurrazaq dari Hasan beliau berkata,” ayat ini diturunkan atas sahabat Ali, Abbas, Ustman dan Syaibah. (halaman 147)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Al-fakihan Imam Baihaqi dari Ibnu Abbas ra. Berkata,” Rasullulah bersabda,” sudah diketahui air   terbaik adalah zam zam, dan makanan terbaik adalah zam zam dan air zamzam ini adalah obat bagi segala penyakit”. (Halaman 151) adalah Ibnu Abbas apabila ia meminum air zam zam beliau membaca do’a,

اللهم أسئلك علما نافعا ورزقا واسعا وشفاء من كل داء

” ya Allah aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, kelapangan rizki, dan penawar (obat) dari segala penyakit.” Ibnu Abbas menerangkan bagaimana adab adab minum air zam zam seseorang yang datang kepadanya” minumlah air zam zam itu sebagaimana mestinya, lalu orang itu bertanya kepada Abbas ” bagaimana meminum dengan semestinya itu wahai Abbas ?, beliau menjawab ” apabila kamu meminumnya maka menghadap kiblat, ucapkanlah Bismillah, minumlah, bernafaslah pada becana itu 3 kali dan perbanyaklah, kalau kamu sudah selesai maka ucapkanlah Al hamdulillah, dan ketahuilah perbedaan antara kita dan orang munafik itu adalah dalam hal memperbanyak meminumnya. (halaman 152)

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dari Ibnu Abbas ra. Beliau berkata,” tidaklah seseorang meminum air zam zam sehingga ia merasa puas dengannya, kecuali Allah akan membersihkan segala penyakit yang ada didalam perutnya, dan barang siapa yang meminumnya karena haus maka ia akan merasa puas, dan barang siapa yang meminumnya karena lapar maka ia akan merasa kenyang. (halaman 155).

Dari Imam Mujahid beliau mengomentari firman Allah ayat 27″ ini adalah ayat yang pertamasekali turun dari surat bara’ah” (halaman 158).

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Maridawaih dari Jabir ra. Ia berakta,” Rasulullah bersabda” janganlah orang musyrik itu memasuki masjidil haram setelah tahun ini selamanya, kecuali orang yang mendapatkan jaminan dan para budak.( halaman164)

Diriwayatka oleh Ibnu Abi Syaibah dari Jabir ra. Beliau berkata ‘Rasulullah bersabda ” sekiranya mereka masih ada di negeri Arab ini, sungguh aku akan mengusir mereka dari jazirah Arab ini” maka tatkala Umar memegang kekhalifahan beliaupun banyak mengusir mereka. (halaman 166).

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dari Abi Umamah ra. Dari Rasulullah beliau bersabda,” perperangan itu ada dua macam: pertama: memerangi orang musyrik sehingga mereka beriman atau membayar Jizyah dalam keadaan hina, kedua : memerangi para pemberontak sehingga mereka mau kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, jika mereka sudah kembali mereka akan mendapatkan keadilan dan keamanan. Dari Mujahid beliau berkata”ayat 29 dari surat at taubah ini berkanenaan dengan perang tabuk. (halaman 167)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Imam Baihaqi dalam kitab sunannya dari Imam Mujahid ra, beliau mengomentari ayat ke 29 ” para penyembah patung itu diperangi karena islam, dan orang yahudi diperangi karena untuk membayar jizyah. (halaman 170)

Ibnu Abbas mengomentari ayat diatas’ para wanita ahli kitab itu ada yang boleh kita hikahi dan ada yang tidak boleh, kemudian beliau membaca ayat ini, maka barang siapa yang membayar jizyah halal bagi kita wanitanya, namun barang siapa yang tidak membayarnya maka sebaliknya, dan dari lafadz Ibnu Madawaih ” tidak halal menikahi para ahli kitab,jika mereka memerangi, kemudian ia membaca ayat ini. (halaman 179).

Dari Ibnu Abbas beliau menjelaskan siapa yang dimanakan Uzair itu baliau menjalaskan’ Uzair adalah ulamanya orang orang yahudi, yang pada saat itu mereka telah meninggalkan kitab kitab yang Allah turunkan kepada mereka (taurat dan zabur) lalu Allah pun melenyapkan kitab ini dari hati meraka, sehingga tidak ada lagi kitab, kecuali kitab yangmeraka karang sendiri dengan hawa nafsu, maka Uzair memohon kepada Allah agar sekiranya mengembalikan kitab taurat yang telah Allah lenyapkan dari meraka, maka tatkala ia sedang shalat dalam keadaan memohon, turunlah cahaya dari Allah dan cahaya itu memasuki perutnya, maka kembalilah kepadanya kitab yang hilang itu. Maka ia mulai menyeru kaumnya yang ingkar dan pembangkang itu . kaumnya berkata tentang Uzair ‘ demi Allah Uzair itu adalah anak Allah, karena Allah memberikan taurat kepadanya. (halaman 171)

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Humaid, Ibnu Mandzur dari qatadah mengomentari ayat 33, ” agama itu ada 6, orang orang yang mereka beriman, orang orang yang mereka di beri petunjuk, …, orang orang nashara, orang orang majus, dan orang musyrik, agama agama ini semuanya masuk kedalam islam, dan islam tidak masuk pada salah satu diantara agama itu, Allah akan menampakan din islam, meskipun orang orang musyrik itu membencinya. (halaman 176)

Ibnu Abbas berkata ” setiap harta yang dikeluarkan zakatnya maka itu bukan kanzun yang dimaksudkan Allah dalam ayat 34, meskipun harta itu dipendam ataupun tidak. (halaman 177)

Rasulullah bersabda kepada para sahabat ketika dalam safar” jika kita mengetahui harta apa yang baik itu sehingga kita dapat mengambilnya. Kemudian beliau melanjuti” harta yang utama adalah lisan yang senantiasa berdzikir, hati yang selalu bersyukur, dan istri yang engkau arahi Ia kepada kimanan (kepada akhirat) (halaman 178)

Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dalam kitab mushanafnya dari sahabat Abu Dzar beliau berkata,” berikanlah kabar gembira kepada orang yang menimbun hartanya, bahwa ia akan dibakar denga harta tersebut pada dahi-dahi mereka, lambung-lambung dan penggung-punggung mereka. Dari sahabat Anas ra. Berkata,” Rasulullah bersabda’ orang yang tidak membayar zakat tempatnya diakhirat kelak adalah neraka jahanam.imam Thabari dalam kitab shaghirnya (halaman 181)

 

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Mardawiyah dari Ibnu Abbas ra. Beliau mengomentari ayat 36, beliau berkata, bulan bulan yang dimaksud adalah bulan Muharam, Rajab, Dzul qa’dah dan Dzul Hijjah. Imam Adhahak menambahi dinamakan bulan haram karena pada bulan bulan itu tidak boleh  terjadi peperangan. (halaman : 184)

Diriwayatkan oleh Thabrani dalam Ausath dari Abbas ra. Beliau berkata’ Rasulullah bersabda’ barang siapa yang berpuasa pada bulan Muharam pada hari senin, jum’at dan saptunya maka ia dicatat telah beribadah selama 2 tahun. (halaman 185)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandhur , Ibnu Abi Hatim dan Imam Baihaqi dari Ibnu Abbas ra. Mengomentari firman Allah ini” Allah telah menjadikan jumlah bulan itu ada 12 bulan, dan Allah mengkhususkan dari 12 itu 4 bulan yang haram padanya perang, dan menjadikan dosa yang dilakukan pada 4 bulan itu lebih besar dari bulan bulan lain, begitu pula dalam beramal shalih. (halaman 187)

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari sahabat Ka’ab beliau berkata” Allah memilih kota kota yang ada, dan kota yang Allah cintai adalah kota Makkah, dan Allah memilih zaman, maka zaman yang paling Allah cintai adalah bulan Muharam, lalu Allah memilih bulan, maka bulan yang jadi pilihan Allah adalah bulan Dzul Hijjah, dan yang paling Allah sukai dari bulan ini adalah 10 hari pertama dari bulan ini, kemudian Allah memilih hari, maka hari yang Allah sukai adalah hari Jum’at, lalu Allah memilih Malam maka jatuhlah malam yang paling dicintai Allah adalah malam lailatul qadr, lalu Allah memilih waktu waktu siang dan malam yang Ia sukai, maka jatuhlan waktu waktu yang Allah sukai adalah waktu shalat lima waktu, lalu Allah memilih ucapan yang paling Ia sukai, maka jatuhlah ucapan yang Ia sukai adalah mengucpkan :

لا إله إلا الله، و الله أكبر، و سبحان الله.

(halaman 187)

Diriwayatkan oleh Hakim dan dishahihkan oleh Imam Baihaqi pada pembahasan Asma’ dan sifat dari Abi Musa Al-Asy’ari ra. Ia berkata, Rasulullah besabda, barang saipa yang mencintai dunia maka ia akan mengorbankan akhiratnya, dan barang siapa yang mencintai akhirat maka ia akan mengorbankan dunianya, dengan demikian utamakanlah yang abadi dari yang hanya sementara. Dan Diriwayatkan oleh Tirmidzi, Hakim dan Imam Baihaqi dari Imam Qatadah bin Nu’man ra. Beliau berkata, Rasulullah bersabda, apabila Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan menjaganya, sebagaimana hamba itu menjaga penyakitnya dari terkana air. Diriwayatkan Imam Ahmad, , Hakim dan Imam Baihaqi dari Imam Malik Al-Asy’ari beliau mendengar Rasulullah bersabda, ketahuilah bahwasanya manisnya dunia itu adalah kepahitan akhirat dan pahitnya dunia itu adalah hakekat kemanisan dunia sebenarnya  ( halaman 191).

Diriwayatkan oleh Hakim dari sahabat Anas ra. Beliau berkata, Rasulullah bersabda , akan datang suatu zaman dimana orang orang berhalaqah di masjid, namun tidaklah keinginan yang ada pada diri mereka kecuali hanya dunia saja, mereka tidak merasa membutuhkan Allah, maka dari itu janganlah kalian bermajlis bersama mereka nantinya ( halaman 192)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawiyah  dari Aisyah ia mengomentari ayat ke 49 ayat ini turun terhadap Jadd bin Qais, yang mana ia berkata kepada Rasullah , wahai Rasulullah berikanlah saya izin untuk tidak keluar berperang, janganlah engkau megujiku dengan wanita karena aku sangat menyukai wanita.(halaman 213)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Jabir bin Zaid beliau berakata’ orang yang fikir itu adalah orang yang menjaga kehormatannya, dan orang miskin itu adalah orang yang meminta minta . banyak pendapat para ulama dalam mendifinisikan fuqara’ dan miskin, Imam Adhahak , mereka yang fuqara’ adalah orang yang berhijrah, dan miskin mereka yang tidak berhijrah ( halaman 222 )

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandzur, Ibnu Abi Hatim dari Imam Qatadah ra. Beliau berkata, telah diceritakan kepada kami bahwasanya ada salah seorang dari orang munafik berkata, demi Allah mereka itu adalah orang pilihan dan besar kami, jika apa yang dikatakan Muhammad itu benar maka itu bagi mereka lebih jelej dari pada anak keledai, lalu ada seorang mendengar perkataan tersebut dan ia berkata, demi Allah apa yang dikatakan Muhammad sunggah sangat benar dan apa yang kamu agungkan itu sangat jelek dari keledai. Maka orang munafik itu dipanggil oleh Rasulullah dan beliau bertanya ” apa yang membuatmu beribicara seperti itu ? ia menjawab dengan bersumpah demi Allah, lalu Allah menurunkan ayat ke 62. ( halaman 232)

Kebajikan yang paling agung adalah mendakwahkan kalimat dua sahadat , dan menetapkan apa yang telah Allah turunkan dari Ibnu Abbas ra. ( halaman 232) dan diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Abi Al’Aliyah ia berkata, setiap ayat yang Allah sebutkan dalam Al-Quran, serta menyebutkan mungkar maka itu adalah peribadatan kepada patung patung dan syaitan (halaman 233)

Diriwayatka oleh  Ibnu Abid Dunya dalam kitab qadha’ al hawaij dan Imam Thabrani dari Salman beliau berkata, Rasulullah bersabda, ahli ma’ruf didunia iapun akan menjadi ahli ma’ruf diakhirat kelak, dan ahli mungkar didunia maka iapun diakhirat menjadi ahli mungkar pula. ( halaman 234) dan masih diriwayatkan dari beliau dari Abi Said bin Al khudri beliau berkata, Rasulullah bersabda, hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah mereka yang mencintai kebajikan dan suka melaksanakanya. (halaman 236)

Diriwayakatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sulaim bin ‘Amir dari Rasulullah beliau bersabda, surga itu memiliki 100 tingkatan, tingkatan pertama surga dari perak, tempat tinggalnyapu dari perak, bejana perak, tanahnya dari misk, dan tingkatan kedua surga dari emas, tempat tinggalnyapun dari emas, bejananya emas, tanahnya dari misk. Tingkatan ketiga surga dari permata, tempat tinggalnya dari pernata, bejananya permata, bejananya permata, dan tanahnya dari misk.dan 97 selebihnya itu apa apa yang tidak dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terdetik didalam hati manusia. (halaman 237)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Abi Abdul Malik ia berkata, Rasulullah bersabda ” sungguh keridhaan Allah adalah kenikmatan Allah yang paling agung dibandingkan dengan kenikmatan surga. ( halaman 238)

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Imam Adhahak beliau mengomentari tentang adzab didunia itu adalah kematian (peperangan) bagi mereka dan adzab akhirat itu adalah neraka bagi mereka.(halaman 245)

Surat attaubah ayat ke 75-78 berkanaan dengan Tsa’labah.

Nabi Musa berkata kepada bani Israil” jika kalian dapat menjamin 6 perkara kepadaku, maka aku akan menjamin bagi  kalian surga: apabila kalian berbicara janganlah berdusta, apabila berjanji janganlah memungkiri, apabila di amanati, janganlah mengkhianati, tundukkanlah pandangan kalian, dan tahan tangan dan kemaluan kalian. Imam Qatadah barkata, sungguh ini amat berat kecuali bagi orang yang dijaga oleh Allah. (halaman 249)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Imam Darulqutni dan Murdawaih dari Zaid bin Stsabit beliau berkata ” aku menulis surat al baraah ini pada zaman Rasulullah, aku menulis setiap apa yang diturunkan Allah. Lalu aku meletakakn penaku diatas telengaku karena ada seruan jihad. Maka datanglah seorang yang buta matanya menemui Rasulullah seraya berkata, Wahai Rasulullah begaimana dengan saya yang buta ini apakah masih ikut berperang ? maka turunlah ayat ke 91. (halaman : 261)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, An nasa’I, dan Baihaqi  dari Ibnu Abbas ra. Dari Rasulullah beliau bersabda ” barang saipa yang tinggal bersama orang badui maka ia akan menjadi bengis, barang siapa yang ia mengikuti para pemburu maka ia akan lalai, dan barang siapa yang mendatangi pemerintah ( dekat dengan mereka) maka ia akan memdapat fitnah. Dalam riwayat lain disebutkan ” barang siapa yang ia semakin dekat dengan penguas maka ia akan semakin jauh dari Allah “. (halaman: 267)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandzur, Ibnu Abi Hatim dan Abu Syaikh dari Qatadah ia mengomentari firman Allah dalam surat ini ayat yang ke 99″ yang dimaksud dengan :

صلوات الرسول

” permohonan ampun Rasululla terhadap kaumnya” (halaman 268)

diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaid, Sanid, Ibnu Jarir, Ibnu Mandzur, Ibnu Mardawaih dari Habib dari ‘Amru bin ‘Amir Al-Anshari. Bahwasanya Umar bin Khathab membaca ayat ke 100 dari surat at taubah, beliau membacanya tanpa membaca wau setalah kalimat Al an shar .lalu Zaid mendengar hal itu ia memperbaiki bacaan Umar dengan megatakan ” wahai Amirul mukminin bacalah dengan menggunakan Wau ” kemudian Umar berkata ” tidak bacaannya seperti ini sebenarnya” Zaid berkata” Engkau yang lebih tahu akan hal ini wahai Amirul mukminin ” lalu Umar berkata lagi ” hadapkanlah kepaku Ubai bin Ka’ab ! maka didatangkanlah Ubai kepada beliau, dan beliu pun serta merta menanyakan bagaiamana  bacaan ayat ini sebenarnya ? lalu Ubai menjawab ” bacaannya yang benar Wahai Amirul mukminin adalah dengan menyambung dengan Wau” maka Umar mengikuti apa yang dijelaskan oleh sahabat Ubai.  orang Anshar  lebih tinggi derajatnya dari pada orang orang yang disebutkan dengan permulaan Alladziina ‘Amanu , dan wau yang ada itu tidak di pertemukan dengan An Shar. (halaman 168)

diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Ghailan bin Jarir ia berkata: aku berkata kepada Anas bin Malik tentang nama Anshar apakah kalian menamainya sendiri atau Allah sendiri yang memberi nama itu kepada kalian ? kemudian Anan bin Malik menjawab: sungguh Allah lah yang telah memberi kami nama tersebut dari langit”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas beliau berkata” Rasulullah telah bersabda: bukti keimanan seseorang itu nampak pada kecintaannya kepada kaum anshar, dan bukti kebencian seorang itu nampak pada kebenciannya kepada mereka pula. Dan dalam riwayat lain disebutkan ” orang yang beriman kepada hari akhir itu mereka tidak membenci kaum Anshar”  (halaman 270-271).

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Ibnu Zaid ra. Ia mengomentari firman Allah ayat ke 101, yang berbunyi :

سنعذبهم مرتين

” dengan dunia yaitu denga harta dan anak-anak, beliau membaca surat at-ataubah ayat 55, dan dengan musibah musibah yang ditimpaakn kepada mereka sebagai adzab dan bagi orang mukmin itu rahmat yang akan mendatangkan pahala (jika ia bersabar menghadapi musibah itu) (halaman 274)

Dari Abi Sa’id dari Rasulullah beliau bersabda” walaupun salah seorang diantara kalian melaksanakan suatu perbuatan di padang pasir bisu, yang tidak memiliki pintu dan tidak pula ada … maka ketahuilah Allah akan menampakan amalanya kepada manusia seperti apa yang ia amalkan. (halaman 283)

Diriwayatkan dari Ibnu Mandzur dari Ikrimah beliau mengomentari ayat ke 106, mereka yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah : Hilal bin Umaiyah, Mararah bin Ar-rabi’, dan Ka’ab bin Malik, dari suku Aus dan Khazraj. Mereka tidak mengikuti peperangan.(halaman 284)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandzur dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Ishaq beliau berkata” mereka yang membangun masjid dhirar itu berjumlah 12 orang mereka adalah: Judzam bin Khalid bin Ubaid bin Zaid, Tsa’labah bin Hathib, Hazal bin Umayyah, Ma’tab bin Qusyair, Abu Habibah bin Az’ar, l’bad bin Hanif, Jariyah bin Amir, sekelomok anak anak meraka: Zaid, Nabtal bin Harist, Yakhdam bin Usman, dan Wadi’ah bin Tsabit. (halaman 286)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Imam An-Nasa’I, Ibnu Majah dari Sahal bin Hanif ia  berkata” Rasulullah bersabda” barangsiapa yang ia keluar mendatangi masjid ini (masjid Quba’) lalu ia shalat dalam masjid itu maka ketahuilah pahala sama dengan melaksanakan umrah. (halaman 288)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawih dari Abi Hurairah ra. Beliau berkata” Rasulullah bersabda” sesungguhnya Allah telah memuji perihal kesucian kalian, apakah hakekat kesucian kalian itu ? mereka para sahabat menjawab” kami bercebok dengan air ketika selesai buang air kecil dan besar”. (halaman 291)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah beliau berakata ” Rasulullah bersabda : barangsiapa yang ia menghunus pedangnya di jalan Allah berarti ia telah berbaiat kepada Alllah. (halaman 294).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Abu Syaikh dari Ibnu Abbas ra. Beliau berkata ” orang yang syahid itu adalah mereka yang pada dirinya terdapat 9 ciri ciri sifat yang tertera dalam surat At Taubah: 112. (halaman 296).

Ada seorang yang ia meminta izin kepada nabi unutuk siyahah. Lalu Rasulullah bersabda ” sesungguhnya siyahahnya umatku itu adalah jihad. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Mandzur dari Sufyan bin Uyainah ia berkata ” hanya sanya orang yang shaum itu dinamakan saaihun karena ia meninggalkan kenimatan dunia semuanya baik itu dari makanan, minuman, dan nikah maka dai meninggalkan dunia sebagaimana orang yang bersiyahah. (halaman 298)

Diriwayatkan oleh ibnu Mardawaih, Majma’ bin Jariyah ia berkata ” tiga orang yang mereka menyelisihi peperangan (tidak ikut perang) meraka adalah : Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayah, dan Murarah bin Rabi’. (halaman 309).

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Abu Ya’la, dan ia mendhaifkanya dari Abi Barzah dari Rasulullah beliau bersabda ” dusta itu menghitamkan wajah, dan perbuatan namimah itu mendatangkan adzab kubu. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda ” perbuatan khianat yang paling bejat ialah engkau mengatakan sesuatu kepada saudaramu, dan ia membenarkanmu sedangkan kamu mendustainya. Dalam riwayat yang lain ” dari Ibnu Adi dari ibnu Abbas beliau berkata ” kesalahan yang paling fatal  disisi Allah adalah perbuatan lisan yang dusta.  Dan riwayat lain dari Imam Baihaqi dari Anas beliau berkata ”  sesungguhnya seorang itu akan terhalangi untuk shaum dan qiyamul lail karena  kedustaan yang ia perbuat.(halaman 318-320).

Ayat ke 124 sampai 127 adalah berkenaan tentang perbuatan orang orang munafik. (halaman 325-326)

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Darda’ secara mauquf dan Ibnu Sina dari Abu Darda’ ia berkata ” Rasulullah bersabda ” barangsiapa yang mengucapkan pada waktu pagi : حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العظيم  sebanyak 7 kali maka Allah akan memenuhi keinginannya dari keinginan dunia dan akhirat. (halaman 334).

Dari Ibnu Abbas ra beliau berkata ” adalah Rasulullah mengucapkan kalimat berikut bila beliau ditimpa musibah dan sesuatu :

لا إله إلا هو العظيم الحليم لا إله إلا الله رب العرش العظيم لا إله إلا الله رب السموات ورب الأرضين و رب العرش الكريم  .

(halaman 336)

tafsir surat Huud, surat ini surat makkiyah jumlah ayatnya 109 ayat. Diriwayatkan dari Ibnu Mardawaih dari Ibnu abbas ra mengomentari firman Allah ini ayat: 1,  الر و حم و ن  adalah satu isim yang terpisah. Yaitu isim Arrahman. (halaman 340.)

 

diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari ibnu Mas’ud beliau berkata ” aku mendengar Rasulullah bersabda Allah berkata denga dua kalimat yang mana dari kedua menjadi matahari dan yang lain bulan, dan keduanya itu dari cahaya serta keduanya akan kembali kesurga pada hari kiamat kelak. (halaman 343).

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Yusuf bin Asbath ia berkata ” dunia ini adalah kampung surga bagi orang orang yang dhalim. Sahabat Ali bin Abi Thalib berkata :

الدنيا جيفة فمن أراد فليصبر على مخالطة الكلاب.

(halaman 344).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Rabi’ beliau berkata ” penduduk surga itu apabila meminta makanan maka mereka tinggal mengucapan سبحانك اللهم و بحمدك.

(halaman 345).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sufyan beliau berkata ” setiap makar yang itu terdapat dalam Al Quran maka itu adalah suatu perbuatan. (halaman 350)

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syu’b dari Abi Bakar ra ia berkata Rasulullah bersabda ” tidak ada suatu dosa yang lebih cepat balasannya kepada pelakunya kecuali balasan dari perbuatan Ghuluw dan metuskan hubungan shilaturahmi. (halaman 353).

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari sahabat Anas ra ia berkata ” Rasulullah bersabda ” sesungguhnya ada Tuan yang Dia membangun suatu rumah, dan menjadikan tempat kembali serta mengutus seorang utusan, dan barangsiapa yang ia memenuhi panggilan dai itu dan memasuki rumah itu serta makan dari tempat itu dan Tuan itu Ridha kepadanya , maka ketahuilah Tuan yang dimaksud adalah Allah dan Tempat itu adalah Darrussalam dan tempat itu adalah surga dan utusan itu adalah Muhammad. (halaman 356).

Diriwayatkan oleh Darutquthni, Ibnu Mardawaih dari Shuhaib ra beliau berkomentar tentang ayat ke 26, Rasulullah bersabda ‘ yang dimaksud dengan ziyadah dalam ayat ini adalah melihat Allah pada hari kiamat kelak. Penafsiran ini banyak diriwayatkan oleh beberapa perawi. (halaman 357). Dari Ibnu Umar dari Rasulullah beliau menafsirkan firman Allah ini dengan bersabda ” perbaikilah syahadat  لا إله إلا الله kalian, dan yang dimaksud dengan husna adalah jannah, dan ziyadah adalah melihat wajah Allah pada hari kiamat kelak. (halaman 357).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Abu Syaikh dari Hasan ra beliau berkata berkenaan dengan ayat ke 45 ” seseorang pada hari kiamat mengetahui siapa yang berada disampingnya dan ia kenal lagi paham, namun ia tidak bisa berbicara dengannya. (halaman 365).

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Hasan ia berkata ” Allah menjadikan Al Quran sebagai penawar penyakit hati dan tidak  menjadikannya sebagai obat penyakit badan.. dalam riwayat lain dari Ibnu Mas’ud beliau berkata ” dalam Al Quran itu ada dua obat. Al Quran itu sendiri dan madu, Al Quran sebagai obat hati dan madu obat badah. (halaman 366).

Tafsir surat Huud, yang jumlah ayatnya 123 dan surat ini adalah surat makkiyah.

Rasulullah pernah bersabda ” bacalah surat Huud ini pada hari juma’t.” dalam riwayat lain desebutkan dari sahabat Abu Bakar ra beliau berkata kepada Rasulullah ” wahai Rasulullah apa yang mempercepat engkau beruban. Rasulullah menjawab ” yang membuat aku cepat beruban adalah surat Huud, dan kawan kawannya seperti Al \waqi’ah, Al Haqah, A’mma, dan Al Ghasyiyah. Tambahan dalam tiwayat lain surat Asy syamsu, At Takwir, dan Al Ingsan. (halaman 396).

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syu’b dari Anas ra beliau berkata ” apabila hari kiamat maka umatku terbagi menjadi tiga kelopok: mereka yang menyembah Allah dengan ikhlas, mereka yang menyembah Allah karena riya’ dan mereka yang beribadah kepada Allah dengan mengharapkan dunia. (halaman 408).

Diriwayatkan oleh Abdur razaq, Abu Syaikh, dari Qatadah beliau mengomentahi ayat potongan ayat ke 17 ” orang kafir itu berkelompok kelompok dan mereka satu dalam kekafiran. (halaman 411).

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Abu Abu Hurairah ra, ia berkata ” Rasulullah bersabda ” demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya tidak lah seorang yang ia mendengar tentang aku baik ia yahudi maupun nashara dan ia kemudian meninggal dalam keadaan belum beriman kepada risalah yang aku bawa maka tidak lain dia termasuk dari penghuni neraka. (halaman 412-441).

Ayat ke 25 sampai 49 berkenaan tentang kisah nabi Nuh dan kaumnya yang mereka pembangkang, serta adzab yang ditimpakan kepada mereka. Yang didalamnya banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil.

Ayat ke 50 sampai 60 bekenaan tentang kisah nabi Huud as. Dan beserta kaumnya yang mana mereka itu para pembangkang dan adzab yang Allah berikan kepada mereka, serta banyak lagi pelajaran yang dapat kita ambil. (halaman : 442-444)

Ayat ke 61 sampai 68 dalam ayat ini berkenaan tentang kisah nabi Shalih beserta kaumnya yang melanggar perintahnya. Dan disebutkan pula adzab yang diberikan Allah kepada mereka. (halaman : 444-445).

Ayat ke 69 sampai 76 berkenaan tentang kisah nabi Ibrahim dan pengikutnya ,banyak pelajaran yang dapat kita ambil dalam ayat ini. (halaman: 446-455).

Ayat ke 77 sampai 83 berkenaan tentang kisah nabi luth beserta pengikutnya yangmana mereka menolak dakwah, dan melanggar perintah Allah serta mereka sangat suka berbuat mesum dangan lawan jenis. (halaman: 456-465).

Ayat ke 84 sampai 95 berkenaan tentang kisah nabi Syua’ib dan pengikutnya, yang mana mereka suka mengurangi timbangan, dan adzab Allah yang ditimpakan kepada mereka dari atas perbuatan mereka itu. (halaman: 465-469),

Ayat ke 96 sampai 99 berkenaan sekilas tentang kisah nabi Ibrahim dan Firaun beserta pengikutnya. (halaman: 469-472).

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Abu Bakar ra beliau berkata ” Rasulullah bangkit disela sela kami lalu bersabada” mintalah oleh kalian kepada Allah Al A’fiyah kerena Allah tidak memberi kapada seorangpun yang lebih utama dari pada ini setelah keyakinan, dan janganlah kalian ragu ragu karena Allah tidak memberikan kepada seorang itu suatu yang lebih jelek dari pada keraguan setelah kekafiran. (halaman: 479).

Diriwayatkan oleh Abdur Razaq, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan Abu Syaikh dari Mujahid ia mengomentari ayat ke 114,  و أقم الصلاة طرفي النهار yang dimaksud adalah shalat fajar dan shalat dzuhur dan ashar.  وزلفا من الليل yang dimaksud shalat dalam ayat ini adalah shalat maghrib dan isya. (halaman 481)

Terjadi ikhtilaf atara ulama mengenai senjang waktu antara mimpi nabi Yusuf dan pentakwilannya terhadap miimpi raja ada beberapa pendapat :

1.    Salman Al Farisi berkata ” jarak waktunya adalah 40 tahun”.

2.    Abdullah bin Syadad berkata” jarak waktunya adalah 40 tahun”.

3.    Qatadah beliau mengatakan ” jarak waktunya adalah 35 tahun” >

4.    Ibnu Juraih berkata ” jarak waktunya adalah 77 tahun “.

Dalam riwayat lain desebutkan senjang waktu antara perpisahan Yusaf dan Ya’qub sampai mereka bertemu adalah 70 tahun ”  dari sahabat Hudzaifah. (halaman: 489)

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Sufyan Atsauri beliau berkata ” tatkala nabi Yusuf bertemu dengan ayahnya Ya’qub, maka keduanya saling berpelukan dan menangis, Yusuf berkata ” wahai ayahku tersayang, engkau telah menangi untukku sehingga penglihatanmu hilang, tidakkah engkau tahu padahal pada hari kiamat kelak kita akan bertemu ? ayahnya berkata ” betul apa yang engkau ucapakan wahai anakku sayang, akan tetapi aku ini takut apabila engkau tidak berada dalam agama yang sama, sehingga memisahkan aku denganmu nanti. (halaman: 590).

Diriwayatkan oleh Ibnu jarir, Ibnu Abi Hatim dan Abu Syaikh dari Qatadah beliau mengomentari ayat ke 109 dengan mengatakan ” kita tidak mengetahui bahwa Allah telah mengutus seorang rasulpun kecauli dari penduduk pribumi itu sendiri , karena ia lebih tahu dan paham akan sikon dari pada orang kota. (halaman : 595).

Diriwayatkan oleh Ibnu Sina, dan Imam Adarimi, dari Ibnu Abbas beliau berkata adalah Rasulullah bersabda ” apabila seorang istri itu ia kesusahan dalam melahirkan anaknya maka hendaklah diambilkan sebuah bejana yang bersih dan ditulis diatasnya ayat ayat berikut : surat Al Ahqaf: 35, Al Qashas: 46 dan Yusuf: 111, kemudian hendaklah ia mandi dengan air itu dan minum darinya serta memercikan air itu ke perut dan kemaluannya. (halaman: 598).

 

Tafsir surat Ar ra’du, jumlah ayatnya: 43 dan ia surat madaniyah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Marwadzi berkenaan masalah jenazah, dari Jabir bin Zaid ra beliau berkata ” adalah dianjurkan apabila mendatangi jenazah yang meninggal untuk membaca surat Ar Ra’du, karena hal itu dapat meringankan beban simayit dan memudahkan proses pencabutan nyawanya serta memudahkan segala bentuk urusannya. (halaman: 599).

Diriwayatkan oleh Abdur Razaq, Ibnu Mandzur dan Abu Syaikh dari ibnu Abbas ra beliau menafsirkan ayat :  بغير عمد برونها langit itu memiliki tiang, tetapi kalian tidak dapat melihatnya. Dalam riwayat lain beliau mengatakan ” pada langit itu ada yang 4 malaikat yang menunggunya, dan setiap ujung keujung ada malikat yang ia bertugas disitu. (halaman: 600).

Diriwayatkan oleh ibnu Abi Hatim dari Abdullah bin A’mr ia berkata ” perjalanan dunia itu adalah selama 500 tahun, dan 400 tahun ia hancur, 100 tahun ia di renovasi dan diantara dunia dan orang muslim itu selama 1 tahun . dalam riwayata lain desebutkan dari Khalid bin Mutdrab ia berkata perjalanan dunia ini selama 500 tahun, dan ia dibangun selama 300 tahun  dan ia hancur selama 200 tahun. (halaman: 601-602). Dari Mughis bin Salma beliau berkata ” dunia ini ada tiga bagian sepertiga untuk manusia dan pohon pohonan, sepertiga untuk laut dan sepertiga lagi untuk angin. (halaman: 602).

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Abu Syaikh dari Atha’ bin Abi Rabah beliau mengomentari ma’na ayat  ولا يزالون مختلفين mereka adalah orang yahudi, nasara, majusi, dan hanafiyah, adapun hanafiyah merekalah orang orang yang dirahmati oleh Allah.( halaman 491)

Tafsir surat Yusuf, surat makkiyah yang jumlah ayatnya 111.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam mushanaf dari Abdullah bin ‘Ami bin Rabi’ah beliau berkata ” aku mendengar Umar bin Khatab dalam shalat fajar membaca surat yusuf. (halaman 495).

Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah bersabada ” aku mencintai Arab karena 3 alasan, pertama aku sendiri orang Arab, Al Quran pakai bahasa Arab, dan perkataan penduduk surga nanti bahasa Arab. (halaman: 496)

Diriwayatkan oleh oleh Abu Syaikh dari Hasan Ra, bahwasanya Rasulullah bersabda” Yusuf dan Ibunya telah diberi sepertiga kebaikan penduduk dunia dan penduduk dunia diberi dua pertiga. (halaman: 532)

Diriwayatkan oleh oleh Abu Syaikh dari ‘Amru bin Marrah ra. Ia berkata ” barangsiapa yang ia melakukan dosa secara sengaja atau karena salah maka ia adalah orang jahil. (halaman 534).

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Ibnu Abbas beliau berkata ” nabi Yusuf memdo’akan penghini penjara dengan do’a:  اللهم لا تعم عليهم الإخبار وهون عليهم مر الإيام . (halaman: 537).

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandzur dari Mujahid, Abu Syaikh dari Ibnu Juraih beliau mengomentari firman Allah yang  berbunyi :  و فوق كل عالم عليم  : tidaklah orang yang pintar itu kecuali diatasnya ada yang lebih alim darinya sehingga berakhir kepada Allah, yang mana ilmu itu dari Allah dan kembali kepada Allah juga. Adapun dalam ungkapan Abdullah beliau mengatakan ” dan diatas setiap orang yang pintar itu ada yang lebih pintar darinya. (halaman: 562).

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas ra dari Rasulullah beliau bersabda dalam mendafsiri firman Allah ayat ke 77 :  إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ” Yusuf mengambil patung kepunyaan kakek bapak dan ibunya yang mana patung itu dari perak, lalu ia menghancurkannya di jalan, maka oleh karena itulah ia dicela oleh saudara saudaranya. (halaman: 563)

Diriwayatkan oleh Ibnu A’di dan Imam Baihaqi dalam syu’bul Iman, dari Ibnu Umar ra ia berkata ” Rasulullah bersabda ” diantara mutiara kebaikan itu adalah: menyembunyikan sadaqah, menyembunyikan musibah dan sakit , dan barangsiapa yang ia membeberkan itu semua maka ia belum dikatakan bersabar. Dalam riwayat lain dari Hasan ra, beliau berkata’ barangsiapa yang ia diuji lalu ia menyembunyikannya sampai tiga kali, dan tidak mengadu kepada seorangpun maka Allah akan memberi kepadanya rahmat-Nya. (halaman: 572)

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh  dari Hasan ra. Bahwasanya Rasulullah bersabda mengomentari firman Allah  إذهبوا بقميصي هذا  ” ketahuilah bahwa Namrud ketika hendak melempar Nabi Musa kedalam kubangan api, maka turunlah malaikat Jibril   dengan membawa jubah dari jannah, dan permadani dari surga juga, lalu Jibril memakaikan jubah itu dan mendudukinya di permadani itu, maka duduklah Musa bersama Jibil sambil berbicara, lalu Allah berfirman kepada api surat Al ambiyak: 69, seandainya Allah tidak mengatakan kalimat  وسلاما maka nabi Musa akan tersiksa dan terbunuh karena dingin itu sendiri. (halaman: 579)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas ra, beliau mengomentari surat Ar Ra’du: 6, Rasulullah bersabda ” kalaulah bukan kerena rasa pemaafnya Allah, maka kehidupan seseorang itu tidak akan terasa ringan dan gampang, dan kalaulah bekan kerena ancaman dan hukuman Allah, maka pastilah setiap orang itu akan bersandar (tidak mau beramal). (halaman: 606).

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandzur, Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas ra, beliau menafsiri ayat ke 11 yang berbunyi: له معقبات mereka adalah para malikat yang bertugas pada malam dan siang hari, menulis segala perbuatan anak Adam. (halaman: 613)

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Ibnu Abbas beliau mengomentari firman Allah ayat ke 11 yang berbunyi أن الله لا يغير ما بقوم حتى يغير ما بأنفسهم  : Adalah Allah tidak kenikmatan suatu kaum, dengan mereka melaksanakan perbuatan maksiat, sehingga Allah mengangkat kenikmatan itu dari mereka. (halaman: 616).

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Hasan ra beliau berkata ” ketahuilah bahwa berbantahbantahan itu adalah  merupakan hukuman dari Allah, maka janganlah kamu menerima hukuman itu dengan pedang, terimalah ia dengan taubat dan tunduk kepada Allah. (halaman: 618).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, dari Muhammad bin Muslim ra ia berkata ” telah sampai kepada kami bahwasanya kilat itu memiliki empat rupa: rupa manusia, rupa lembu, rupa burung garuda, dan rupa singa, maka apabila ia terjadi karena dosanya maka itu adalah kilat. (halaman: 619).

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Hakim dari Abi Hurairah ra dari Rasulullah beliau bersabda” Allah berfirman : sekiranya hambaku taat kepadaku, maka aku akan menurunkan hujan baginya dimalam hari, dan menerbitkan matahari pada siang harinya, dan aku tidak akan mendengarkan kepada mereka suara petir. (halaman: 622).

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dalam kitab marasililnya, dari Ubaidillah bin Abi Ja’far ‘ bahwasanya ada satu kaum yang mereka mendengarkan suaru petir lalu mereka bertakbir, maka Rasulullah bersabda” apabila kalian mendengar petir maka bertasbihlah dan janganlah bertakbir. (halaman: 624).

Diriwayatkan oleh Abu Hatim  dari Ali bin Husain berkata” Rasulullah bersabda ” hanyasanya petir itu adalah salah satu diantara ancaman Allah, maka apabila kalian mendengarnya, janganlah kalian berbicara. (halaman: 624)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Al Kharaithi, dari Qatadah telah disebutkan kepada kami ada seorang yang mengingkari Al Quran, dan mendustakan Rasul. Lalu Allah mengirim petir baginya, yang menyebabkannya hancur, lalu Allah menurunkan ayat: وهم يجادلون في الله .(halaman: 626)

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Nashr bin A’shim As Syaqifi berkata ” barangsiapa yang mengucapakan : سبحان الله شديد المحال maka ia tidak mendapatkan hukuman Allah. (halaman: 627).

Diriwayatkan oleh Ibnu jarir, Abu Syaikh dari A’li bin Abi Thalib ra ia mengomentari ayat:  له دعوة الحق adalah Tauhid dan kalimat lailahailallah. (halaman: 628).

Diriwayatkan oleh Khatib, Ibnu A’sakir dari sahabat Ibnu Abbas berkata ” Rasulullah bersabda” kebajikan dan menyambung shilaturahmi itu akan meringankan adzab di hari kiamat kelak. (halaman: 636).

Dalam riwayat lain disebutkan ” apabila kumu tidak berjalan kepada orang yang mengasihimu dan tidak memberinya sesuatu dari hartamu, maka berarti kamu telah memutukan shilaturahmi dengannya. (halaman: 637).

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Muhammad bin Ibrahim berkata ” adalah Rasulullah mendatangi kuburan para syuhada’ pada setiap tahun dan mendo’akan mereka dengan do’a:  سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار begitupula sahabat Abu Bakar, Umar, dan Ustman. (halaman: 641).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam kitab I’za, Ibnu Abi Hatim dari Khalid bin Mi’dan berkata ” sesungguhnya dalam surga itu terdapat sebuah pohon yang bernama Thuba, semuanya menyusui, maka apabila anak bayi meninggal yang mereka sedang menyusui maka ia akan menyusui dari pahon itu. (halaman: 650). Al Hamdulillah sudah selesai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: