Membacaa Qur’an bersama-sama


 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah  bahwa rasulullah  bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

“Tidaklah sebuah kaum berkumpul di rumah Allah dengan membaca kitabullah (al-qur’an) dan mempelajarinya sesama mereka, kecuali akan turun atas mereka ketentraman, dan mereka diliputi dengan rahmat dan dikelilingi malaikat. Dan Allah menyebut mereka dalam golongan di-sisi Nya, dan siapa yang lambat amalannya,maka tak akan dipercepat mengangkat derajatnya.”1

 

Beliau imam An-Nawawi rahimahullah berangkat dari hadits ini menempatkan satu bab khusus tentang keutamaan berkumpul (membuat halaqah) untuk tilawatul qur’an dan dzikr, dan ini adalah madzhab beliau dan jumhur2

Dalam kitab Jami’ul Ulum Wal Hikam Ibnu Rajab rahimahulah menyebutkan sebuah riwayat dari ‘Athiyah bin Sa’id al-Khudri  dari nabi  bersabda,

 

ما من قوم صلوا صلاة الغداة ثم قعدوا في مصلاهم يتطون كتاب الله ويتدارسونه إلا وكل الله بهم الملائكة يستغفرون لهم حتى يخوضوا في حديث غيره

Tidaklah sebuah kaum seusai shalat shubuh kemudian duduk di tempat shalatnya, mereka kitabullah (al-qur’an) dan mempelajarinya niscaya Allah akan mewakilkan malaikat untuk memohonkan ampun bagi mereka hingga mereka berpaling ke pekerjaan yang lainnya.”

Dari dalil inilah beliau mengatakan bahwa termasuk sunnah berkumpul setelah shalat subuh untuk mempelajari al-qur’an, hanya saja yang perlu jadi catatan bahwa ‘Athiyah adalah termasuk perawi yang dhoif.

Diriwayatkan dari Harb Al-Kirmani dengan sanad dari Al-Auza’i bahwa beliau pernah ditanya tentang hukum mempelajari al-qur’an setelah subuh, maka beliau berkata, “Hasan bin Athiyah telah mengkhabarkan kepadaku bahwa pertama kali perkara ini terjadi adalah di masjid Damsyiq oleh Hisyam bin Ismail al-Makhzumi pada masa khilafah Abdul Malik bin Marwan, maka akhirnya orang-orang pun mengikutinya.

Harb juga menyebutkan bahwa beliau pernah melihat penduduk Damsyiq, Himsho, Makkah dan Bashrah mereka berkumpul membaca al-qur’an setelah shalat subuh. Penduduk Syam melakukannya dengan membaca satu surat secara bersama-sama dan mengeraskan suara. Adapun penduduk Makkah dan Bashrah dengan cara; satu orang membaca sekitar sepuluh ayat sedang yang lainnya mendengarkan, lalu setelah itu mereka mengikutinya secara-bersama-sama hingga akhir surat.

Harb berkata, “Ini semua adalah baik, hanya saja Malik mengingkari apa yang dipraktekan oleh penduduk Syam (qira’ah bersama dalam satau ayat/surat). Karena hal itu menyelisihi apa yang dipraktekkan oleh kaum Anshar maupun Muhajirin (sahabat), bahkan itu termasuk perbuatan bid’ah.”

Abu Mus’ab Ishaq bin Muhammad Al-Qurawi berkata, “Kami mendengar Malik bin Anas berkata, ‘Berkumpul di pagi hari setelah shalat subuh untuk membaca al-qur’an adalah termasuk bid’ah yang tidak ada contohnya dari para sahabat nabi , dan para ulama setelah mereka juga tidak menyetujuinya. Adapun yang dikakukan oleh para sahabat seusai shalat subuh adalah tilawatul qur’an dan berdzikir sendiri-sendiri kemudian bubar begitu saja.”

Ibnu Rajab berkata, “Saya mendengar Malik berkata, “Tidak pernah terjadi pada ulama terdahulu membaca al-quran secara bersama-sama, awal mula munculnya perbuatan ini adalah dipelopori oleh Hajaj bin Yusuf.”

Akan tetapi mayoritas ulama berdalil dengan hadits di atas akan sunnahnya berkumpul untuk mempelajari al-qur’an, dan ini adalah sebaik-baik dzikir. 3

1 HR.Muslim

2 Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi. 17/18, Tuhfadzul Al-Ahwadzi, Syarh hadits At-Tirmidzi, 9/259, hadits no:3378)

3 Jamiul ‘Ulum Wal Hikam, hal. 342-344), Al-Bayan Fi Adabi Hamlil Qur’an, Abu ‘Aisy Abdul Mun’im Ibrahim, hal. 84-85.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: