WAKTU-WAKTU YANG DILARANG UNTUK MELASANAKAN SHALAT


  1. a. Batasan waktu-waktu yang dilarang

Para Ulama berbeda pendapat tentang waktu-waktu yang dilarang di dalamnya untuk mengerjakan shalat.

Madzhab Hambali menyatakan bahwawaktu-waktu itu dimulai dari setelah shalat shubuh sampaimatahari naik setinggi tombak, dan dari setelah shalat ‘ashr sampai matahari terbenam, serta ketika matahari tepat berada di atas permukaan bumi sampai condong sedikit ke barat.

Namun pengikut madzhab Hambali menyatakan bahwa waktu-waktu itu dimulaisetelah terbitnya fajar sampai terbitnya matahari, dari terbitnya matahari sampai matahari naik setinggi tombak, ketika matahari tepat berada di atas permukaan bumi, dari setelah shalat ‘ashr sampai matahari mulai terbenam, dan sampai matahari terbenam secara sempurna. Adapun pendapat yang lebih benar adalah dari matahari condong ke barat sampai terbenam, hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

 

Artinya:

“Dari Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata:ada tiga waktu yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang kami untuk melaksanakan shalat atau menguburkan jenazah:ketika matahari terbit sampai naik, ketika matahari tepat di atas bumi, dan ketika matahari condong mulai terbenam ke barat sampai terbenam”.[1]

Imam Ali Bassam menyatakan bahwa waktu-waktu yang dilarang itu ada tiga:

1. Dari setelah shalat fajar(shubuh) sampai matahari naik ke atas kira-kira

setinggi 3 meter.

2. Ketika matahari tepat berada di atas permukaan bumi sampai condong ke barat.

3. Dari setelah shalat ‘ashr sampai matahari tenggelam.

 

Artinya:

“Dari Abu Said al-Khudry Radhiyallahu ‘Anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:Tidak ada shalat setelah shalat shubuh dan tidak ada shalat setelah shalat ‘ashr sampai terbenamnya matahari”.[2]

Adapun makna global dari hadits ini adalah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang ummatnya untuk melaksanakan shalat setelah shalat shubuh sampai matahari terbit dan naik setinggi tombak(kira-kira 3 meter), dan juga melarang untuk melaksanakan shalat setelah shalat ‘ashr sampai matahari terbenam di barat. Karena shalat pada 3 waktu itu merupakan perbuatan Tasabbuh dengan penyembah matahari(musyrik) ketika terbit dan terbenam, serta beliau juga melarang kita untuk menyerupai mereka dalam beribadah, karena “barangsiapa yang mengikuti/menyerupai suatu kaum maka ia termasuk ke dalam golongannya”.[3]

Jumhur Ulama’ juga sepakat bahwa melaksakan shalat pada 3 waktu tersebut adalah makruh.[4]

 

b. Shalat-shalat yang dilarang di dalamnya

777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777

Adapun para Ulama’ berbeda pendapat tentang awal mula dilarangnya shalat pada waktu-waktu tersebut:

Madzhab Hanafi dan Hambali menyatakan bahwa dimulainya pelarangan shalat itu ketika terbit fajar berdasarkan dalil:

 

Artinya:

“Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda:Tidak ada shalat setelah terbit fajar kecuali shalat dua rakaat saja”.[5]

Hadits ini menunjukkan akan keharaman shalat setelah terbit fajar kecuali shalat dua rakaat fajar, karena maksud dari peniadaan(huruf …) adalah larangan.untuk melaksanakannya.

Namun kebanyakan Ulama’ menyatakan bahwa waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat itu dimulaisetelah shalat shubuh bukan terbitnya fajar.berdqsarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

 

Artinya:

“Dari Abu Said al-Khudry Radhiyallahu ‘Anhu beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:Tidak ada shalat setelah shalat fajar sampai terbitnya matahari”.[6]

“Dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:Tidak ada shalat setelah shalat shubuh sampai terbitnya matahari”.[7]

 

c. Hikmah dilarangnya shalat pada waktu-waktu itu

ketahuilah bahwa sesungguhnya pelarangan shalat pada waktu-waktu itu memiliki beberapa hikmah, yaitu:

  1. meninggalkan tasyabbuh(penyerupaan) dengan orang-orang yang menyembah   matahari.
  2. sebagai peringatan keras terhadap sujud pada tanduk syaithan, berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

 

Artinya:

“Dari Abdullah ash-Shanabihy Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:”Ssesungguhnya matahari itu terbit dengan diiringi oleh tanduk syaithan maka apabila matahari telah naik(waktu dhuha’) maka syaitahan pun menjauhinya, lalu jika matahari berada tepat di atas permukaan bumi maka ia pun mengiringinya dan jika matahari telah condong ke barat(waktu dhuhur) maka ia pun menjauhinya, dan apabila matahari mendekati terbenam(setelah ‘ashr) maka syaithan pun mengiringinya dan jika matahari telah terbenam maka ia pun menjauhinya”, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun melarang ummatnya untuk melaksanakan shalat pada waktu-waktu tersebut.[8]

Maksud dari kata-kata……………adalah golongannya sebagaimana firman     Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

 

Artinya:

“…… dan telah Kami ciptakan setelah mereka golongan/kaum yang lain…”.[9]

Maksud dari kata …… adalah penyembah matahari yang bersujud pada           matahari pada waktu-waktu tersebut. Ada juga yang mengatakan           bahwa kata …… adalah kekuatan syaithan, dan sebab dari urusannya pada       waktu-waktu ini menjadi lebih kuat adalah berhasilnya bujukan yang ia   lakukan kepada para penyembah matahari untuk sujud padanya. Namun ada juga yang mengatakan bahwa syaithan mendekatkan tanduknya pada waktu-waktu ini dan tanduknya berada diantara matahari, maka orang yang menyembah matahari berarti menyembah syaithan.[10]

 

 

 

 


[1] Al-Mughny:2/523-524.

[2] HR. al-Bukhary.

[3] Hr. Abu Daud dan Ahmad.

[4] Taisirul ‘Alam bisyarh ‘Umdatul Ahkam:1/119-120.

[5] HR.Ashabus Sunan al-Arba’ah.

[6] HR.al-Bukhary.

[7] HR. al-Bukhary, dalam Taisirul ‘Alam syarh ‘Umdatul Ahkam:1/121-122.

[8] HR.Malik.

[9] QS.al-An’aam:6.

[10] Syarhus Sunnah:2/385.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: