Khalid ibn walid


Sword of Allah

سيف الله تعالى , وفارس الإسلام , وليث المشاهد, السيد ، الإمام ، الأمير الكبير, قائد المجاهدين

“inilah julukan yang di berikan oleh imam Ad-dzahabi dan kaum muslimin  kepada beliau dan orang –orang yang mengaguminya .dan rasulullah saw sendiri memberikan gelar kepada beliau dengan pedang Allah yang terhunus.sebagaimana sabda rasulullah saw:

إن خالد بن الوليد سيف من سيوف الله سله الله على الكفار والمنافقين .[1]

“sesungguhnya kholid bin walid adalah salah satu dari pedang –pedang Allah yang di hunuskan kepada orang-orang kafir dan munafik”.

ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin” demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam., Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.

 

Masa kelahirannya

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam yaitu pada tahun 584 M. nasab beliau adalah  khalid bin walid bin mughirah bin Abdullah bin umar bin makhzum bin yakzah bin ka’ab. Dan beliau sering di panggil dengan Abu sulaiman..  Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya bernama Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam.dua tahun sekali  dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka’bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, “O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahmu”.

Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.

Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-‘an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.

Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit. Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Pertempuran Uhud Khalidlah yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud dan menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Tetapi setelah perang itulah Khalid mulai masuk Islam.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid diamanahkan unruk memperluas wilayah Islam dan membuat kalang kabut pasukan Romawi dan Persia. Pada tahun 636 M, pasukan Arab yang dipimpin Khalid berhasil menguasai Suriah dan Palestina dalam Pertempuran Yarmuk, menandai dimulainya penyebaran Islam yang cepat di luar Arab.

Akan tetapi setelah masa pemerintahan Abu Bakar berganti dengan Umar bin khatab  Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi duta besar. Hal ini dilakukan oleh Umar agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu.

Latihan Pertamanya

Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.

Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi. Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.

Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.

Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran. Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya(mahirnya) .

Masa jahiliyahnya di sa’at menentang Islam

Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat dan berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.

Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.

Perang Uhud

Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng dimuka orang-orang Quraisy. mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.

Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.

Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.

Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.

Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak. kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.

Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.

Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.

Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.

Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disulapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.

Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.

Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya diatas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid dimedan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemauan-Nya.

Sa’at hidayah masuk ke dalam relung hatinya

Di suatu hari ia melakukan dialog dengan dirinya pribadi dan menggunakan fikiran sehat untuk merenungkan agama baru ,yang panji –panji kebenarannya selau bertambah cemerlang hari demi hari ,semakin tinggi menjulang .ia memohon kepada Allah yang mengetahui segala yantg ghaib ,kiranya ia memberinya jalan  petunjuk kepada kebaikan ……. Lalu bercahayalah ke alam hatinya  keyakinan yang menggembirakan .ia berkata kepada   dirinya :”sungguh telah nyata buktin-buktinya ….! Sungguh laki-laki itu adalah Rasul …..! lalu sampai kapan ……? Ah.Aku akan pergi berangkat ,demi Allah ,Aku akan masuk islam ….”

Nah marilah kita dengarkan ia menceritakan awal perjalanannya yang penuh berkah kepada Rasulullah saw .dan keberangkatannya dari mekah ke madinah ,guna mengambil tempatnya kelak dalam kafilah kaum muslimin:”Aku menginginkan seseorang yang akan menjadi teman seperjalanan ,lalu ku jumpai Utsman bin Thalhah ,ku ceritakan kepadanya Apa maksud ku ,dan ia pun segera menyetujuinya .kami keluar bersama-sama ketika waktu parak siang…

Sewaktu kami sampai di suatu dataran tinggi ,tiba-tiba kami bertemu dengan Amr bin Ash.Ia mengucapkan salam dan kami membalasnya .kemudian ia bertanya :”mau kemana tuan-tuan ini ?maka  kami beritahukan kepadanya maksud tujuan kami .ia balik memberitahukan maksudnya hendak menjumpai nabi pula, yaitu hendak masuk islam.

Maka berangkatlah kami bersama –sama sehingga sampai ke kota madinah di awal hari bulan safar di tahun yang ke 8 H.di kala aku dekat dengan Rasulullah saw .Aku segera memberi salam kenabiannya ,nabi pun membalas salamku dengan wajah yang cerah .Aku pun masuk islam dan mengucapkan syahadat yang hak ……!

Maka sabda Rasulullah saw :”sungguh Aku telah mengetahui bahwa anda mempunyai akal sehat dan aku mengharap akal sehat itu hanya akan menuntun anda kepada jalan yang baik…

“Aku berjanji setia kepada Rasulullah saw ,lalu kataku :”mohon Anda mintakan ampun untukku terhadap semua tindakan masa laluku yang menghalangi jalan Allah…”  beliau menjawab :”

إن لأسلا م يجب ما كا ن قبله(الحديث)

“sesungguhnya ke islaman itu menghapus segala perbuatan yang masa lampau”

kataku pula :’sekalipun demikian ya Rasulullah …..’ maka beliau pun mengucapkan Do’a :

اللهم اغفرلخالد ابن الوايد كل ما أوضع فيه من صد عن سبيلك (الحديث)

“ya Allah Aku memohon engkau Ampuni dosa Khalid ibnul walid terhadap tindakannya menghalangi jalanmau di masa lalu ”

sesudah itu datang pula Amr bin Ash ,kemudia Utsman bin Thalhah keduanya sama –sama memeluk islam dan berjanji setia kepada Rasulullah saw……

Adapun sekarang ia telah memeluk islam di bawa oleh kesadarannya ,tadinaya ia adalah seorang penunggang kuda dan penjinak kuda yang cekatan dari suku Quraisy .dan juga sebagai Ahli siasat perang dari seluruh penjuru dunia Arab,yang telah meninggalkan berhala pujian nenek moyangnya dan kebangga’an lapuk milik bangsanya .kemudian sekarang ia tampil sehadap dan satu derap dengan perjuangan Rasulullah saw dan kaum muslimin sebagai seorang Ahli di bawah naungan benderanya yang baru.

Perang Mu’tah (8H/629 M)

Setelah tentara muslimin berhasil menundukkan kekuatan kaum Yahudi di Khaibar, dan setelah keamanan dan stabilitas berhasil ditegakkan di Hijaz, maka Rasulullah saw berpikir untuk memusatkan dakwahnya kepada penduduk di kawasan-kawasan perbatasan dengan Syam. Untuk itu Rasulullah saw mengutus salah seorang sahabat, bernama Harits bin Umair Al-Azdi, dengan membawa sepucuk surat untuk diserahkan kepada pemimpin Ghasasinah, bernama Al-Harits bin Abi Syimr Al-Ghassani. Akan tetapi, setelah menerima dan membaca surat Rasulullah, pemimpin Ghasasinah ini menangkap dan membunuh utusan Nabi di suatu tempat bernama Mu’tah. Perbuatan membunuh utusan ini dianggap sebagai pelanggaran besar terhadap peraturan yang berlaku saat itu, yang melarang membunuh utusan yang datang dari pihak musuh sekalipun. Hal ini membuat Nabi marah dan beliau memutuskan akan menghukum pembunuh utusan beliau.

Selain itu, sebelumnya pun Rasul Allah saw telah mengutus 15 orang dari sahabat beliau ke kawasan Syam, untuk mengajak penduduk negeri itu kepada Islam. Akan tetapi penduduk setempat menangkap mereka semua. Kemudian terjadi perlawanan dan pertempuran diantara mereka. Oleh karena kekuatan yang sangat tidak seimbang, maka semua sahabat Nabi tersebut gugur syahid, kecuali satu orang yang terluka dan berhasil kembali kepada Nabi di Madinah dan memberitakan peristiwa tersebut.

Dua peristiwa tersebut telah menciptakan kondisi politik yang panas diantara kedua belah pihak. Kemudian pada bulan Jumadil Awal, Rasul Allah saw memerintahkan kaum muslimin untuk berjihad, dan beliau mengutus tentara berjumlah 3000 orang. Rasul Allah saw menunjuk Zaid bin Harits sebagai panglima perang, dengan catatan, jika ia gugur, maka Ja’far bin Abi talib, menggantikannya. Jika Ja’far gugur pula, maka Abdullah bin Rawahah menggantikannya.mereka bertiga Adalah pahlawan perang Muktah di syiria. Rasulullah saw pun menyempatkan diri untuk menghantarkan mereka dan mengucapkan selamat jalan kepada tentara muslimin tersebut, seraya mendoakan :”Semoga Allah membela kalian, dan mengembalikan kalian dalam keadaan selamat, dan dengan kemenangan

Di Syam, Al-Harits bin Abi Syimr Al-Ghassani, yang berkuasa di Bashroh, telah mempersiapkan pasukan berjumlah 100.000 orang untuk menahan langkah maju tentara muslimin. Sementara itu, Kaisar Syam sendiri juga mempersiapkan 100.000 tentara untuk berjaga-jaga, dan akan turun ke medan pertempuran jika diperlukan.

Sebagaimana diketahui, saat itu Syam dikuasi oleh kekaisaran Romawi, dan ada beberapa penguasa Arab yang dijajah dan menyatakan tunduk kepada kaisar Romawi. Mereka ini adalah negara-negara blok Romawi. Sebagaimana di zaman kita ini kita mengenal ada blok barat dan blok timur, maka saat itu pun ada blok Romawi dan blok Persia. Negeri Syam yang merupakan blok Romawi tentu didukung oleh kekuatan Romawi.

Kekuatan dua pasukan yang akan bertempur ini jelas tidak seimbang. Peperangan pun berlangsung selama beberapa hari.   Dan masih ingatkah kita akan kata-kata Rasulullah saw yang melipur duka ketika kematian mereka bertiga sebagai syuhada :tiga pahlawan perang mu’tah yaitu :”kemudian panji perang di tangan Zaid bin haritsah .ia bertempur bersama panjinya sampai tewas .kemudian panji tersebut di ambil Ja’far yang bertempur pula dengan panjinya sampai ia gugur pula .kemudian giliran Abdullah bin Rawahah memegang panji tersebut sambil bertempur maju ,hingga ia gugur sebagai syahid pula “kemudian panji itu pun di ambil alih oleh salah satu pedang dari pedang-pedang Allah ,lalu Allah membukakan pintu kemenangan  di tangannya.

Siapakah kiranya pahlawan itu ……?ia adalah khalid bin walid .sebenarnya khalid bin walid yang segera ikut menerjunkan diri ke dalam perang mu’tah sesudah masuk islam ini hanya sebagai prajurit biasa saja ,di bawah pimpinan panglima yang bertiga yang telah di angkat Rasulullah  yang telah menemui syahidnya .

Sesudah panglima yang ketiga itu tewas menemui syahidnya ,dengan cepat Tsabit bin arqam menuju bendera perang tersebut ,lalu membawanya dengan tangan kanananya dan mengangkatnya tinggi –tinggi di tengah-tengah pasukan islam agar barisan mereka tidak kacau balau dan agar semangat pasukan tetap berkobar ,tak lama sesudah itu dengan gesitnya ia melarikan kudanya ke arah khalid ,sembari berkata kepadanya :”peganglah panji ini ,wahai Abu sulaiman …..!

Khalid merasa dirinya seorang yang baru masuk islam ,tidaklah layak memimpin pasukan yang di dalamnya orang-orang anshar muhajirin yang telah lebih  dulu masuk islam ,ketika itu ia menjawab :”Tah usahkah aku yang memegang panji ,andalah yang berhak memegangnya ,anda lebih tua ,dan telah menyertai perang badar !

Tsabit menjawab pula ambilah ,sebab anda lebih tahu muslihat perang dari aku ,dan demi Allah aku tak akan mengambilnya ,kecuali untuk diserahkan kepada anda ….!kemudian ia berseru kepada seluruh anggota pasukan islam :”sediakah kamu sekalian di bawah pimpinan khalid ……?mereka menjawab :”setuju

Pimpinan tentara perang itu sekarang berada di tangan khalid ,lalu dengan gesit ia melompati kudanya dia dekapnya panji itu dan mencondongkannya ke arah depan dengan tangan kanannya ,tak ubahnya hendak memecahkan pintu selama ini terkunci dan sudah datang sa’atnya buat di dobrakan dan di terjang melewati jalan panjang ….setelah dia melihat korban dari pihak  kaum muslimin banyak berjatuhanan ,tubuh –tubuh mereka banyak berlumuran darah ,sedang bala tentara Romawi dengan bilangannya yang jauh lebih besar ,terus maju laksan banjir yang menyapu medan.dalam situasi yang demikian tak ada jalan maupun taktik perang yang bagaimanapun yang akan mampu untuk merubah kesudahan pertempuran berbalik 180 derajat ,yang menang jadi kalah dan yang kalah jadi menang .dan satu satunya yang dapat di harapkan dari seorang pahlawan adalah bagaimana bisa melepaskan tentara islam ini dari kemusnahan secara total Di saat itu dengan pandangan yang tajam di aturlah olehnya langkah-langkah dan taktik strategi perangnya ,lalu di bagi-baginya pasukannya ke dalam  sekelompok besar dan setiap kelompok di berinya tugas  dan sasarannya ,Akhirnya dengan kecerdikan yang luar biasa dengan izin Allah ia berhasil membuka jalur luas di antara barisan  pasukan Romawi.dari jalur tersebut seluruh pasukan islam dapat keluar meloloskan diri dengan selamat keberhasilan ini Khalid pun menyusun taktik perang yang tidak dikenal sebelumnya. Ia membagi tentara muslimin menjadi dua bagian. Bagian pertama tetap berada di garis peperangan, sedangkan bagian kedua diminta untuk memisah dan menempatkan diri di jarak yang cukup jauh. Semua itu dilakukan di malam hari dan dengan kerahasiaan yang ketat. Pasukan yang kedua ini diminta untuk bergabung dengan pasukan pertama yang berada di medan perang, di pagi hari begitu peperangan telah dimulai lagi.

Maka persis sebagaimana yang tekah diatur, ketika besok paginya perang berkobar lagi antara pasukan muslimin yang bertahan di medan perang dengan pasukan musuh dari Syam, pasukan muslimin yang tadi malam memisahkan diri di suatu tempat, berdatangan untuk bergabung. Pasukan musuh menyangka bahwa yang datang itu adalah bala bantuan baru dari Madinah, yang menambah jumlah pasukan muslimin. Hal itu menyebabkan pasukan musuh kehilangan nyali, sehingga pasukan muslimin kemudian berhasil mengalahkan mereka dan kembali ke Madinah dengan kemenangan.

Dan  berkat kepahlawanan ,keberanian  kecerdikannya dan kecepatan bertindak yang tak dapat di lupakan sejarah……Dan di sebabkan pertempuran inilah Rasulullah saw menganugrahkan padanya gelar :”si pedang Allah yang terhunus

Fathu mekah (8 H/630 M)

Pada sa’at kaum orang-orang Quraisy menodai perjanjian damainya dengan Rasulullah saw .maka bergeraklah kaum muslimin di bawah pimpinan beliau untuk membebaskan kota mekah …..di bagian sayap  kanan pasukan ,Rasul mengangkat khalid bin walid sebagai pimpinannya .maka masukla khalid ke kota mekah sebagai salah seorang pemimpin pasukan islam

Ia mengangkat kepala serta menengadahkan tangannya lalu memandang dengan penuh bangga dan ridha kepada bendera –bendera islam yang memenuhi angkasa …..seraya berkata kepada dirinya sendiri ;”benarlah ….bahwa itu adalah janji Allah dan Allah swt tidak pernah menyalahi janjinya ….!kemudian ia menunundukan pula kepalanya karena rasa syukur dan harunya terhadap nikmat ilahi yang telah memberinya petunjuk masuk islam dan yang telah membuatnya pada hari  kemenengan  besar ini ,menjad salah seorang pembawa agama islam ke kota mekah.

Hari pemurtadan masal

Selang berapa hari setelah Rasululah saw wafat ,maka terjadilah pemurtadan di sentero negeri kaum muslimin .dan peristiwa ini menghawatirkan kaum muslimin khususnya khalifah Abu bakar as-sidiq yang sa’at itu  beliau baru saja menduduki tampuk kekhilafahan dan dalam situasi sepert ini ,kabilah –kabilah yang selama ini ingin membalas dendam terhadap islam ,maupun yang selalu mengintai kelemahannya ,sekarang mendapat kesempatan dan peluang  yang tepat untuk memberontak .tanpa terkecuali apakah mereka Arab pedalaman atau yang tinggal di perrbatasan ,di mana masih bercokol kekuasa’an dan masih pengaruh imperum Persia dan Romawi .lalu dengan kecermatan dan kebrilianannya ,beliau menyiapkan pasukan kaum muslimin yang berani mati dan sekaligus memimpinnya menuju kabilah-kabilah Bani Abbas ,Bani Muhrah,dan Dzibyan yang tampil sebagi pasukan yang terkuat,dan akibatnya pasukan islam dapat mencapai kemenangan demi kemenangan .langkah –langkah yang beliau tempuh adalah ,membagi pasukan islam menjadi sebelas kelompok besar.dan masing-masing kesatuan di beri masing –masing tugas tertentu .sedang jendral tertinggi adalah sahabat khalid bin walid yang di pilih oleh khalifah sendiri .

Maka khalid segera  melaksanakan tugasnya ,berpindah-pindah bersama pasukannya dari suatu medan pertempuran ke medan pertempuran yan lain dari suatu kemenangan kemenangan berikutnya dan dalam jangka waktu yang singkat khalid berhasil menumpas gerakan pemberontakan terhadap daulah islam terkhusus pembrontakan yang terjadi di yamamah yang di kepalai oleh musailamah Al-kadzab yang sering di kenal dengan harbul yamamah.di madinah khalifah shalat syukur kepada yang maha mulia agung dan maha tinggi ,karena di karuniai kemenangan tersebut berkat kerja keras pahlawan perkasa ini sword of Allah.

Ekspedisi iraq

Setelah pemberontakan dalam tubuh kaum muslimin (internal) telah terselesaikan maka khaliah Abu bakar mengkonsentrasikan untuk menggempur kekuatan dari luar (eksternal) .yang merupakan kekekuatan yang sangat besar yang di khawatirkan bisa mengancam keeksensian kaum muslimin di muka bumi .yaitu imperium Romawi dan Persi .

Ketika itulah khalifah Abu bakar menatuhkan pilihannya kepada khalid untuk dengan bala tentaranya menunju Iraq ……maka berangkatlah pahlawan ini ke Iraq .ia memulai operasi militernya di Iraq dengan mengirim surat-surat ke pembesar-pembesar kisra dan gubernur-gubernurnya di semua wilayah iraq dan kota-kotanya

Para spy(intelejen) yang ia sebarkan ke seluruh penjuru datang menyampaikan bala tentara yang besar yang telah di persiapkan oleh panglima –panglima persi d Iraq .maka Khalid tidak membuang –buang waktu dengan cepat ia mempersiapkan pasukannya untuk menumpas kebatilan ,sedang jarak perjalannaya yang cukup jauh di tempuh dalam jangka waktu yang singkat .

Kemenangan demi kemenangan di capai oleh pasukan ekspedisinya ,sejak dari  Ubullah ke As-sadir ,di susul oleh An-najaf lalu Al-hirah kemudia Anbar lalu sampai ke khadimiyah .bendera dan panji-panji islam pun terus naik ,di bawahnya berlindung orang-orang lemah yang tertindas penjajah persia Lalu ia meneruskan perjalanannya dengan pasukannya hingga sampailah ia di  perbatasan Syam

Di negri syiria sendiri sang khalifah telah mengirim panglima –panglima yang  jago berperang untuk menggempur Romawi di syiria seperti Abu Ubaidah bin jarrah ,Amr bin Ash ,syurahbil bin hasanah dan yazid bin Abi sofyan yang mana mereka sudah sampai di negeri syam.

Sedangkan Imperium Romawi sendiri telah menyiapakan tidak kurang dari 240 ribu bala tentara untuk peperangan ini .pemimpin –pemimpin  pasukan tentara islam mengirimkan gambaran –gambaran tentang situasi gawat ini kepada khalifah .lalu  khalifah Abu bakar As-sidiq memerintahkan khalid menuju Syiria membantu sahabatnya  untuk menggempur Imperium Romawi ,lalu khalid menyerahkan tampuk kepemimpinan di Iraq kepada Mutsanah maka dengan gerak cepat khalid segera menuju ke  syam dan dia menjadi jendral tertinggi tentara islam di sana dan berada di bawah komandonya

Khalid ibnul walid dengan kebrilianannya sebagai pemimpin segera menyiapkan tentaranya ,dia membagi pasukannya menjadi kesatuan besar .di aturnya langkah –langkah dan strategi baru untuk menyerang dan bertahan ,untuk menandingi taktik –taktik perang Romawi .

Perang yarmuk

Pada tahun 13 Hijriah atau 634 Masehi, Abu Bakar wafat dan Umar menjadi khalifah. Jika orang-orang menyebut Abu Bakar sebagai “Khalifatur- Rasul”, kini mereka memanggilUmar”AmirulMukminin”(Pemimpinorangmukmin).
Saat itu, pasukan Islam tengah bertempur sengit di Yarmuk -wilayah perbatasan dengan Syria. Umar tidak memberitakan kepada pasukannya bahwa Abu Bakar telah wafat dan ia yang sekarang menjadi khalifah. Ia tidak ingin mengganggu konsentrasi pasukan yang tengah melawan kerajaan Romawi itu.

Sungai Yarmuk diapit oleh lembah Alan dan Lembah Riqad. Tempat yang indah itu mendadak berubah mencekam setelah dua kekuatan perang bertempur habis-habisan. Kali ini, jumlah kaum Muslimin di bawah komando Khalid bin Walid, Sang Pedang Allah, sangatlah sedikit. Sedang lawannya, yakni bala tentara Romawi pimpinan Panglima Bahzan, memiliki armada perang yang jauh lebih sempurna.

Khalid membagi pasukan Muslim menjadi beberapa bagian. Amr bin Al-‘Ash ditugaskan menghadang perwira Dranger. Yazid bin Abu Sufyan menghadapi Ibnu Qunathir. Abu Ubaidah dan Mu’adz bin Jabal berada di jantung pertahanan pasukan garis belakang untuk menggempur pasukan yang mundur karena pertempuran. Sedangkan Sa’id bin Yazid dan Syurahbil bin Hasanah berada di jantung pasukan garis depan untuk menghadapi Panglima Bahzan dan Jurjair.

Di Yarmuk, keputusan Abu Bakar untuk mengambil markas di tempat itu dan kecerdikan serta keberanian Khalid bin Walid membawa hasil. Muslim bermarkas di bukit-bukit yang menjadi benteng alam, sedangkan Romawi terpaksa menempati lembah di hadapannya. Puluhan ribu pasukan Romawi -baik yang pasukan Arab Syria maupun yang didatangkan dari Yunani-tewas..

Dan  pasukan Islam mencatat kemenangan besar di Yarmuk , pasukan Romawi berhasil dipukul mundur dan tersudut di daerah yang sempit. Semua jalan keluar di area perbukitan telah ditutup oleh pasukan Muslim. Mereka terdesak dan tidak dapat melarikan diri. , meskipun sejumlah sahabat meninggal di sana. Di antaranya adalah Juwariah, putri Abu Sofyan.

Peperangan yarmuk merupakan tempat pengorbanan yang jarang ada tandingannya .dan di antara monumen –monumen emas yang menakjubkan itu ,yaitu monumen istimewa yang dibina oleh kemauan yang  keras ,yang melukiskan karya khalid bin walid yang sedang mengerahkan 100 orang tentaranya tidak lebih yang berani mati atau sering di kenal dengan katibatul maut(pasukan berani mati).mereka menyebu sayap kiri pasukan Ramawi yang jumlahnya tidak kurang dari 4000 orang ,dan khalid berseru kepada seratus orang yang bersamanya itu :’demi Allah yang diriku di tangannya !Tak ada lagi kesabaran dan ketabahan yang tinggal pada orang –orang Romawi ,kecuali apa yang kamu lihat !sungguh ,aku mengharap Allah memberkan kesempatan kepada kalian untuk menebas batang-batang leher mereka….!

Seratus ….masuk menerobos ke dalam 40 ribu ….?kemudian mereka mengalami kemenangan

Berkat keluarbiasa’an khalid ini telah membuat kagum para panglima Ramawi dan komandan pasukannya ,yang mendorong salah seorang di antara mereka , di kisahkan Lalu terjadilah pertistiwa mengesankan itu.Panglima Romawi, Gregorius Theodore -orang-orang Arab menyebutnya “Jirri Tudur”– ingin menghindari jatuhnya banyak korban. Ia menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran  dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Ia ganti mengambil pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang serta tentang Islam. Mendengar jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, lalu bertempur di samping Khalid. Gregorius syahid di tangan bekas pasukannya sendiri

Setelah  kisah kehebatan sang pahlawan ini menyebar ke seluruh penjuru bumi islam dan di antara mereka ada yang sampai mengkultuskan.maka Umar kemudian memecat Khalid, dan mengangkat Abu Ubaidah sebagai Panglima Besar pengganti. Umar khawatir, umat Islam akan sangat mendewakan Khalid. Hal demikian bertentangan prinsip Islam. Khalid ikhlas menerima keputusan itu. “saya berjihad bukan karena Umar,” katanya. Ia terus membantu Abu Ubaidah di medan tempur. Kota Damaskus berhasil dikuasai. Dengan menggunakan “tangga manusia”, pasukan Khalid berhasil menembus benteng Aleppo. Kaisar Heraklius dengan sedih terpaksa mundur ke Konstantinopel, meninggalkan seluruh wilayah Syria yang telah lima abad dikuasai Romawi. Penguasa Yerusalem juga menyerah. Namun mereka hanya akan menyerahkan kota itu pada pemimpin tertinggi Islam. Maka Umar pun berangkat ke Yerusalem. Ia menolak dikawal pasukan. Jadilah pemandangan ganjil itu. Pemuka Yerusalem menyambut dengan upacara kebesaran.Pasukan Islam juga tampil mentereng. Setelah menaklukkan Syria, mereka kini hidup makmur.Lalu Umar dengan bajunya yang sangat sederhana datang menunggang unta merah. Ia hanya disertai seorang pembantu. Mereka membawa sendiri kantung makanan serta air. Kesederhanaan Umar itu mengundang simpati orang-orang non Muslim. Apalagi kaum Gereja Syria dan Gereja Kopti-Mesir memang mengharap kedatangan Islam. Semasa kekuasaan Romawi mereka tertindas, karena yang diakui kerajaan hanya Gereja Yunani. Maka, Islam segera menyebar dengan cepat ke arah Memphis (Kairo), Iskandaria hingga Tripoli, di bawah komando Amr bin Ash dan Zubair, menantu Abu Bakar. Ke wilayah Timur, pasukan Saad bin Abu Waqas juga merebut Ctesiphon -pusat kerajaan Persia,pada 637 Masehi. Tiga putri raja dibawa ke Madinah, dan dinikahkan dengan Muhammad anak Abu Bakar, Abdullah anak Umar, serta Hussein anak Ali. Hussein dan istrinya itu melahirkan Zainal Ali Abidin -Imam besar Syiah. Dengan demikian, Zainal mewarisi darah Nabi Muhammad, Ismail dan Ibrahim dari ayah, serta darah raja-raja Persia dari ibu. Itu yang menjelaskan mengapa warga Iran menganut aliran Syi’ah. Dari Persia, Islam kemudian menyebar ke wilayah Asia Tengah, mulai Turkmenistan, Azerbaijan bahkan ke timur ke wilayah Afghanistan sekarang..

 

Kecinta’an beliau terhadap jihad

 

Khalid bin walid berkata :” Tak ada yang dapat menandingi kegimbira’anku ,bahkan lebih gembira dari sa’at malam pengantin   dengan wanita yang sangat aku cintai,atau di sa’at di karunia bayi , tiada lain yaitu  suatu  malam yang sangat dingin dengan penuh salju di mana aku berada di tengah-tengah pasukan untuk menyerang musuh ke’esokan harinya ”

Oleh karena itulah ada sesuatu yang merisaukan fikirannya sewaktu hidupnya,yaitu kalau-kalau ia mati di atas tempat tidur ,padahal ia telah menghabiskan seluruh umurnya  di atas kuda perangnya ,dan di bawah kilatan pedangnya.

Ialah pribadi yang sering di lukiskan oleh sahabat-sahabatnya maupun oleh musuh-musuhnya dengan kata-kata :”orang yang tidak pernah tidur dan tidak membiarkan  orang lain tidur. Dan juga Amirul mu’minin umar bin khatab berkata:” Tak se’orang wanita pun akan sanggup melahirkan laki-laki seperti khalid.

Ada sebentuk hubungan yang sangat pribadi dengan Rasulullah yang pernah menggelarinya “Pedang Allah Yang Senatiasa Terhunus. ”  Suatu saat dalam perang Yarmuk Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya.Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi Khalid tidak berhasil ditemukan. Khalid pun marah dan  menyuruh mereka mencari kembali. Akhirnya mereka menemukannya. Tapi Khalid merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. “Dibalik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah SAW. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini melainkan pasti saya merasa yakin bahwa Rasulullah SAW selalu mendoakan kemenangan bagi saya

 

Kewafatan Beliau

Di wafat di khams nama sebuah kota yang sangat mashur yang terletak antara damaskus dan khalb pada tahun 21 H dan umurnya ketika itu sekitar 61 th .

Ketika kematiannya kaum muslimin kehilangan seorang pahlawan  dalam sepanjang sejarah kaum muslimin yang sulit sekali bagi kaum muslimin melahirkan seseorang seperti beliau .ketika kematiannya ibunya menyanjungnya dengan berkata :

أنت خير من ألف ألف من القوم    إذا  ما كبت وجوه الر جال

Lalu umar bin khatab berkata :”benar Apa yang di katakan oleh ibunya.

Sewaktu ia meninggal dunia Umar bin khatab menangis .kemudian para sahabatnya dapat mengetahui bahwasanya Umar bukan hanya menangis di sebabkan kehilangannya semata ,tetapi yang beliau tangiskan ialah lenyapnya kesempatan untuk mengangkatnya kembali memegang pucuk pimpinan tentara islam ,sesudah berkurangnya kefanatikan manusia yang berlebih-lebihan kepadanya ,karena sebetulnya sudah agak lama Umar bertekad memulihkan kepemimpinanya itu dan menjernihkan sebab-sebab pemberhentianya ,kalau tidak maut datang  yang menjemput pahlawan besar itu untuk bersegera pulang ke tempat kembalinya di surga .Ia adalah seorang panglima dengan kesukaran hidup seorang prajurit serta rendah hatinya ……sebaliknya seorang prajurit dengan tanggung jawab seorang panglima dengan keteladanannya! Seorang pahlawan perang yang hatinya risau kalau-kalu ia mati di atas tempat tidurnya .ketika menjelang wafatnya   ia berkata ,sedang air matanya meleleh keluar :

لقد شهدت ما ئة زحف أو زهاءها وما في بدني موضوع شبر إلا فيه ضربة أو رمية وها أنا أموت كما يموت البعير فلا نا مت أعين الجبناء وما من أعمل أرجي من (لا إ له إ لا الله ) وأنا أ تتر سها

”Aku telah ikut serta dalam berbagai pertempuran di mana .seluruh tubuhku  penuh dengan tebasan pedang ,tusukan tombak serta tancapan anak panah ….kemudian inilah diriku tidak sebagaimana yang ku ingini ,mati di atas tempat tidur ,laksana matinya seekor unta ! maka tidak akan tertidur mata orang-orang pengecut , dan tidak ada suatu amalan yang lebih ku harapkan dari kalimat laa illaha illa Allah kecuali saya berlindung darinya .

Itulah kata-kata yang tak akan  di ucapkan seseorang dalam suasana demikian kecuali seorang laki-laki jantan seperti dirinya !di sa’at –sa’at ia hampir menghembuskan nafasnya yang penghabisan ,ia ucapkan wasiat itu….

Dan sebelum meninggalnya beliau juga berpesan agar kudanya Al-Asqar   bersama  pedangnya di infakan di jalan allah..tetapi adakah orang berkuda lainnya yang sanggup menungganginya sesudah khalid …..! maukah ia merendahkan punggunya untuk orang lain ? bahkan khalid telah menaklukan  Persia dan Ramawi dengan mengendarainya .ia telah berpindah dari ujung negeri ke ujung yang lain ,dari suatu kemengan ke kemenangan yang lain ,tanpa mengenal lelah dan istirahat .Khalid telah melalui saat-sa’at mencekam bersamanya ,khalid telah berjalan siang dan malam bersamanya dan khalid juga telah memporak-porandakan musuh bersamanya .sampai kaki Al-Asqar merapuh karena terlau banyak berjalan.

Dan Akhirnya jenazah pahlawan besar ini di keluar dari rumahnya  di usung oleh para sahabat nya.ibu sang pahlawan memandang nya dengan kedua mata yang bercahaya memperlihatkan kekerasan hati tetapi di saput awan duka cita ,lalu melepaskanya dengan kata-kata:

“juta’an orang tidak dapat melebihi keutama’an mu ….

Mereka gagah perkasa tetapi tunduk di ujung pedang mu …..

Engkau pemberani melebihi singa  betina …..

Yang sedang mengamuk melindungi anaknya …..

Engkau lebih dahsat dari air bah ……..

Yang turun dari celah bukit curam ke lembah ……

Umar mendengar ucapan tersebut maka hatinya bertambah duka dan terharu ,dan air mata beliau makin jatuh berderai .lalu katanya :Benar ucapannya  itu …..!demi Allah sungguh-sungguh demikian……”

Dan tinggallah pahlawan itu di pembaringannya ,para sahabatnya tegak berdiri dengan khusuknya Dunia sekeliling mereka hening ,tenang dan sepi ……keheningan yang mengharukan itu.

”semanagat juang dan keharuman namanya akan  di kenang sepanjang masa ,selama kuda-kuda perang masih meringkik ,mata-mata pedang masih berkilatan ,selama panji dan bendera tauhid masih berkibaran di atas pundak bala tentara islam”

… Selamat jalan wahai Khalid bin Walid… Selamat jalan wahai Pedang Allah yang selalu terhunus…’

‘wahai orang-orang yang meminang bidadari surga tetapi tidak mamiliki sepeser pun semangat jangan lah anda bermimpi telah sirna manisnya  masa muda dan yang tersisa pahitnya penyesalan “

 

Referensi :

1. Al-bidayah wan nihayah ,ibnu katsir

2. Ahdas tarikh islam bi tartibi sinien ,Abdus salam At-tumanie.

3. Siyar Alam An-nubala ,Imam Ad-Dzahabi .

4. Kepada Aktivis muslim ,Dr,najih Ibrahim.

5. Karakteristik perihidup 60 sahabat Rasulullah ,Khalid muh khalid.

6. Ar-rohikul mahtum ,syaikh shafiurrahman Al-mubarak furi.

7. internet.

 

 

 

 


[1].hr.ahmad di dalam musnadnya 1/81

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: