Archive for ‘artikel’

Januari 25, 2011

Hukum Ta’aruf Sebelum Nikah



Diperbolehkan melakukan ta’aruf terhadap orang yang dikhitbah dalam dua hal saja:

  1. dengan mempertemukan perempuan untuk meyakinkan orang yang mengkhitbah dengan meilhatnya dan mengkabarkan sifat-sifatnya. sebagaiman dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh anas

روى أنس أنه صلّى الله عليه وسلم « بعث أم سُليم إلى امرأة، فقال: انظري إلى عُرْقوبها، وشَمّي معاطفها»وفي رواية «شمي عوارضها»)أخرجه أحمد والطبراني والحاكم والبيهقي، وفيه كلام (سبل السلام: 113/3، نيل الأوطار: 110/6)(

عوارضهgigi yang terlihat diantara mulut yaitu gigi yang berada diantara gigi-gigi dan geraham =

read more »

Januari 25, 2011

SHOLAT DI BELAKANG AHLU BID’AH


PENGERTIAN BID’AH

Bid’ah secara etimologi (bahasa) adalah tumbuh dan muncul, awal, yang baru, menciptakan.1

Bid’ah secara termonologi (istilah):

Imam asy-Syatibi mengatakan: “Bid’ah adalah menciptakan suatu jalan dalam agama yang menyerupai syariat, yang memaksudkan dengan berjalan di atasnya, sebagaimana yang dimaksudkan oleh jalan syari’ah.” 2

Syaikh al-Utsaimin mengatakan: “Bid’ah adalah sesuatu yang baru dari masalah agama yang menyelisihi perbuatan Nabi shalalahu ‘alaihi wasalam dan sahabatnya dalam masalah aqidah atau amal ” 3

read more »

Januari 24, 2011

WALIMAHAN


Walimah Menurut Tinjauan Syar’i

 

Disyareatkan mengadakan walimah pernikahan, jika seorang suami hendak menggauli istrinya, sebagaimana perkataan Rosulullah r kepada Abdurrahman bin Auf ketika diberitahu bahwa dia menikahi istrinya « أولم ولو بشاة »Adakan walimah meskipun dengan menyembelih kambing.” Dan hal tersebut pernah dilakukan Rosulullah r.[1]

Al walimah artinya diambil dari kata al walam yang artinya al jam’u (berkumpul) karena kedua mempelai saling berkumpul. Maksudnya adalah makanan yang dihidangkan khusus untuk pesta perkawinan.

read more »

Januari 24, 2011

PENYALURAN ZAKAT


 

  1. Yang Berhak Membagi Zakat

Dalam hubungannya dengan yang berhak membagi zakat, harta terbagi menjadi dua macam

  1. Harta Batinah Yaitu harta batinah yaitu seperti emas, perak, rikas, perdagangan, dan fithr. Dalam harta batinah, pemilik harta diperbolehkan membagikan zakatnya langsung kepada mustahiqnya, sebagimana pendapat syafi’iyah dan adalah ijma’ kaum muslimin
  2. Harta Dhohiroh.yaitu tanaman, hewan ternak, dan ma’adin. Adapun dalam harta dhohiroh, dalam hal boleh tidaknya bagi pemilik harta membaginya langsung kepada mustahiqnya, ada dua pendapat:
    read more »

Januari 24, 2011

ZAKAT FITRI


Definisi Zakat Fithri

Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan, pada malam hari Raya dan pagi harinya. Disebut  dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan ( Ramadhan ) telah sempurna dan pada saat umat Islam yang melaksanakan shaum sudah berbuka dari shaum Ramadhan.[1]

Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan, arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian), pertumbuhan, barokah dan pertumbuhan. Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya.[2]

read more »

Januari 24, 2011

ZAKAT PROFESI


 

Kiranya kita perlu kembali melihat kepada arti zakat secara umum, yang ia termasuk dari pada rukun Islam yang ketiga yang wajib ditunaikan bagi umat islam bila sudah sampai pada nisobnya. Ibadah yang erat hubungannya dengan uang ini sarat dengan kepentingan – kepentingan duniawi, yang bila tidak diperhatikan bisa mengarah pada kesenjangan sosial sebagaimana terjadi fenomena itu hari ini.

read more »

Januari 24, 2011

PENYEMBELIHAN UDHIYAH ( HEWAN KURBAN )


 

Masyruiyah Udhiyah

Allah Ta’ala telah mensyariatkan kepada para hamba-Nya untuk berqurban sebagai suatu ibadah dan juga bernilai muttaba’ah, Allah berfirman dalam surat al-Kautsar : 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka dirikanlah Sholat karena Robbmu dan sembelihlah hewan kurban”

read more »

Januari 24, 2011

Perbedaan Dalam Puasa Arofah dan Iedul Adha


Perselisihan dalam masalah furu atau ijtihadi (baca: yang diperselisihkan), ternyata masih saja berdampak kepada perpecahan antara umat Islam. Padahal masalah furu’ seyogyanya tidak berdampak kepada hal yang negatif. Banyaknya pendapat dalam masalah-masalah furu’ mestinya menjadi rahmat bagi umat sehingga mereka bisa memilih banyak pendapat yang kesemuaanya itu adalah benar.

read more »

Januari 24, 2011

Seputar Masalah Sholat dan Khutbah ‘Ied


1. Dzikir diantara Takbir
                Tidak benar dari Nabi, ada dzikir tertentu di antara takbir-takbir dalam shalat ‘Ied. Namun telah ada riwayat dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu, bahwa ia berkata tentang shalat 'Ied; "Diantara dua takbir memuji Allah Azza wa Jalla dan menyanjung Allah (Riwayat a-Baihaqi (3/291) dengan sanad yang kuat).
                Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam diam sejenak di antara dua takbir dan tidak didapati dari beliau dzikir terntentu di antara takbir-takbir itu. Tetapi disebutkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa ia berkata; "Memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. (Zaadul Ma'aad (1/443)
                Masalah dzikir diantara takbir hampir sama dengan pendapat masalah mengangkat tangan saat takbir 7 dan 5 kali.
                Disebutkan tidak benar Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengangkat kedua tangannya bersama takbir-takbir Ied. Tetapi Ibnul Qayyim mengatakan "Adalah Ibnu Umar radhiyallahu'anhu dengan perhatiannya dalam mengikuti sunnah beliau mengangkat kedua tangannya bersama setiap takbir. (Irwa'ul Ghalil (3/112-113)
                Jadi kita bisa melihat bahwa kedua hal tersebut diatas boleh dilakukan hanya saja yang takbir dengan mengangkat tangan dan membaca dzikir diantara takbir adalah dicontohkan oleh Sahabat. Sedangkan yang tidak mengangkat tangan dan tidak membaca dzikir diantara takbir yang dicontohkan Nabi  shallallahu 'alaihi wasallam.
Syaikh Bin Baz dan Al-‘Utsaimin mengomentari, "Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
  
read more »
Januari 24, 2011

Keadilan Di Dalam Berpoligami



وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisa’:129)

read more »