Archive for ‘cerpen’

Januari 26, 2011

Ada Yang Memperhatikan Kita


Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati  melihat seorang wanita  muda dg tongkatnya meraba-raba menaiki tangga  bus. Dg tangannya yg  lain dia meraba posisi di mana sopir berada, dan  membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari bangku yg kosong dg  tangannya. Setelah yakin bangku yg dirabanya kosong, dia duduk.  Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang  tongkat.

read more »

Iklan
Januari 24, 2011

ARTI SAHABAT


Misha sinkap kembali tabir ingatannya. Sharon. Manis nama itu, semanis orangnya. Dialah kawan karib Misha yang selalu diingatannya. Sudah enam tahun mereka mengenali antara satu sama lain. Kegembiraan dan keperitan hidup di alam remaja mereka melalui bersama. Tetapi semua itu hanya tinggal kenangan sahaja. Misha kehilangan seorang sahabat yang tidak ada kalang-gantinya.

Peristiwa itu berlaku dua tahun yang lalu. Sewaktu itu mereka sedang berada di kantin sekolah. Misha sedang marahkan Sharon kerana mengambil pena kesukaannya tanpa izinya dan menghilangkannya.

read more »

Oktober 25, 2010

Perjanjian dengan Imah


Perjanjian dengan Imah

Seperti biasanya, Minggu ini aku mengantarkan ibu ke tempat kerjanya di JMP (Jembatan Merah Plaza). Mungkin agak aneh Minggu kok masuk kerja? Ibuku bekerja pada sebuah butik. Setiap Minggu aku selalu menemani beliau bekerja. Sambil menunggu ibu selesai bekerja jam lima sore, aku berjalan-jalan sepanjang pertokoan.

read more »

Oktober 22, 2010

Misteri Terselubung Nomor 43


Misteri Terselubung Nomor 43
Oleh : ir.IMRON ROSYADI

Setiap orang tentu memiliki nomor-nomor favorit dalam hidupnya. Maradona lebih memilih angka 10 di punggung kausnya. Ronaldo lebih senang memilih angka 9 sebagai nomor keberhasilannya. Sejak mengenal dunia olahraga, aku memang belum pernah memilih nomor baju sendiri.

Aku memang pemain basket cukup andal di sekolahku dulu. Apalagi ada pesta bola basket pelajar se-Jawa Timur yang lebih dikenal dengan DBL. Ketika aku masih di SMP, dua kali aku ikut bergabung dalam tim basket sekolahku.

read more »

Oktober 22, 2010

Petualangan Berbuah Pelaminan


Petualangan Berbuah Pelaminan

Hendri F. Isnaeni
Peneliti Sejarah PSIK Universitas Paramadina
Peraih Paramadina-The Jakarta Post Fellowship

Manusia menyukai petualangan karena menyajikan hal-hal baru yang tidak diketahui sebelumnya. Petualangan menyibak rahasia ketidaktahuan. Bahkan, sang petualang akan merasakan hidup yang sebelumnya tidak terpikirkan

read more »

Oktober 22, 2010

Lebih Aman kalau Boncengan


PENGALAMAN adalah guru yang paling berharga. Pepatah itu harus benar-benar kita resapi. Cara mempraktikannya cukup simpel kok. Bikin aja solusi pribadi, biar kejadian yang sama nggak terulang. Contohnya, nyetir sambil melamun.

Sebanyak 78,8 persen responDet pernah mencoba beberapa cara biar selalu fokus saat lagi nyetir. Cara yang paling sering mereka lakukan adalah cari temen untuk boncengan (41,6 persen), mendengarkan musik (35,1 persen), atau yang lebih ekstrem, yaitu ngebut (16 persen).

read more »

Oktober 22, 2010

Kinanti si Tukang Beras


OLEH: IMRON ROSYADI

Kinanti mengucek kedua matanya yang masih setengah terbuka. Baru kemudian, saat memandang ke arah jam dinding berbentuk bintang yang terpasang di tembok kamar, matanya berubah jadi terbelalak. Tujuh lebih lima, padahal gerbang sekolah ditutup jam setengah delapan pas. “Kenapa sih nggak ada yang bangunin? Malah ditinggal kerja sama kuliah. Huh!” Kinanti mengomel kepada dirinya sendiri. Rasanya sebal sekali melihat orang rumah sepertinya nggak peduli kalau dia terlambat. Baru kemudian, dia sadar lantas membekap mulutnya. “Astaghfirullah, puasa-puasa gini aku kok marah-marah. Nggak jadi marah ya Allah.” Kekesalannya kepada ayah, ibu, serta Kak Sari langsung menguap.

Bukan salah ayah dan ibu juga kalau dia tidak dibangunkan. Mungkin dia sudah dibangunkan tapi dia sendiri saja yang nggak bangun. Kinanti jadi ingat, setiap sahur saja kedua orang tuanya sampai geleng-geleng kepala karena harus membangunkan dia susah payah.

Terburu-buru Kinanti masuk kamar mandi. Secepat kilat ia membasuh muka dan menyikat gigi. Tidak ada waktu lagi buat mandi. Toh saat sekilas memandang ke kaca, wajahnya tidak jauh beda dengan orang mandi. “Ah sama aja. Sama manisnya.”

read more »

Oktober 22, 2010

Kepedihan Cinta dari Sisi Laki-Laki


Judul : 365 Hari, 3 Cinta, 2 Selingkuhan

Tahun Terbit : 2005

Tebal : 134

Satu lagi karya apik dari Moammar Emka. Memang ini bukanlah karya terbaru dari penulis nyentrik tersebut. Tapi, buku ini dibuat dengan tutur bahasa yang indah. Ada sepuluh bab yang selalu diawali dengan lagu-lagu milik Melly Goeslaw pada setiap pembukanya

read more »

Oktober 22, 2010

Kecantikan yang Membutakan


Kecantikan yang Membutakan
Judul buku: Pudarnya Pesona Cleopatra

Tebal : 107 halaman

Tahun Terbit: 2005

WANITA adalah simbol keanggunan, kelembutan, dan keelokan yang diciptakan Tuhan di muka bumi. Tetapi, keindahan tersebut bisa berbahaya bagi kaum lelaki karena dapat menjerumuskan ke lembah kemaksiatan. Tak jarang, kecantikan wanita menghancurkan hidup lelaki dan lingkungan sekitarnya. Hal itulah yang ingin disampaikan penulis dalam novel pendek ini.

read more »

Oktober 22, 2010

Elegi Cinta Seorang Pengamen


Elegi Cinta Seorang Pengamen

Seperti hari-hari biasa, pada hari minggu yang cerah itu, wajah kumalku mengajak untuk memelas dan memeras kasih sayang mereka yang berlalu-lalang. Sambil membawa alat musik yang tersusun dari beberapa tutup botol minuman, aku nyanyikan sebuah lagu idola para kawula muda. Juga idola pengamen jalanan sepertiku. Lagu “Walau habis terang”, telah membuat orang terperdaya dan tersihir, sehingga merekapun rela menerogoh saku dan menyumbangkan beberapa rupiah. Sebenarnya, aku tak hafal benar lirik lagu itu. Toh, tanpa menghafal seluruhnya, aku sudah bisa berkicau seperti kicauan burung beo yang baru saja mandi

read more »