Archive for ‘fatwa’

Januari 26, 2011

Delapan Kado Terindah


Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

read more »

Iklan
Januari 23, 2011

Seorang perempuan ( gadis ) menikah dengan lelaki bekas suami ibu kandungnya.


Soal : Bolehkah /bagaimana hukumnya seorang wanita menikah dengan duda ibunya?

 

Jawab : Boleh seorang wanita menikah dengan duda ibunya, dengan syarat duda ibunya tersebut semenjak setelah akad nikah sampai mereka bercerai belum pernah sama sekali berhubungan badan (laki-laki tersebut belum pernah sama sekali menyetubuhi ibunya).

Sebagaimana disebutkan dalam hadits’Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rosululloh Shollalhu’alaihi Wasallam bersabda:

read more »

Oktober 25, 2010

Tidak Ada Sholat Sunnah Sebelum/Sesudah Sholat Ied[1]


Tidak Ada Sholat Sunnah Sebelum/Sesudah Sholat Ied[1]

 

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua raka’at pada hari Idul Fithri, beliau tidak shalat sebelumnya dan tidak pula sesudahnya….”[2]

 

  • Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullah :

“Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak pernah melakukan shalat (sunah) ketika tiba di tanah lapang sebelum shalat Id dan tidak pula sesudahnya”

  • Al-Hafidh Ibnu Hajar menyatakan (Fathul Bari 2/478) :

“Jadi, kesimpulannya bahwa untuk shalat Id tidak ada shalat sunnah sebelumnya dan tidak pula sesudahnya. Berbeda dengan orang yang mengqiyaskannya (menyamakannya) dengan shalat Jum’at” [Lihat Syarhus Sunnah 4/316. 317]

 


[1] (Dikutip dari Ahkaamu Al’ Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, Pustaka Al-Haura’, penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Hussein)

[2] Hadits Riwayat Bukhari 989, At-Tirmidzi 537, An-Nasa’i 3/193 dan Ibnu Majah 1291

Oktober 25, 2010

APAKAH NIQAB WAJIB?


Niqab : Dari Fatwa Muashirah Penulisan Dr. Yusuf Qardhawi

Adakah Niqab Itu Wajib?

Soalan:

Kami telah membaca apa yang telah tuan tulis sebagai mempertahankan niqab, iaitu berkenaan jawapan tuan terhadap serangan yang mengatakan bahawa niqab adalah bidaah yang berlaku di dalam masyarakat Islam. Di dalam jawapan tuan juga disebut bahawa pendapat yang mengatakan bahawa wajib ke atas wanita untuk memakai niqab adalah antara pandangan yang terdapat di dalam Fikah Islami.

Berdasarkan jawapan tuan itu, para wanita yang melazimi pemakaian niqab telah mendapat haknya meskipun pendapat tuan itu menyatakan bahawa niqab adalah tidak wajib.

Sekarang kami benar-benar berharap agar tuan (sebagaimana wanita yang melazimi pemakaian niqab itu telah mendapat haknya dalam berhadapan dengan wanita yang tidak memelihara adab adab berpakaian (mutabarrijah) dalam Islam dan juga pihak pihak yang menyeru ke arah itu), dapat pula menyempurnakan hak kami selaku wanita yang melazimi hijab dalam berhadapan dengan saudara-saudara kami yang memakai niqab dan juga mereka yang menyeru ke arah itu.

read more »

Oktober 24, 2010

Bolehkah Pekerja Muslim Membangun Tempat Ibadah Orang-orang Kafir?


Bolehkah Pekerja Muslim Membangun Tempat Ibadah Orang-orang Kafir?

Berpartisipasi dalam pembangunan gedung ibadah selain ummat Islam adalah haram. Karena hal tersebut termasuk perbuatan tolong-menolong dalam kebatilan terbesar, yaitu kesyirikan dan kekafiran kepada Allah Ta’ala. Berikut fatwa ulama tentang masalah ini:

س: المسلم الذي وظيفته بناء، هل يجوز له أن يبني كنيسة للكفار؟

ج: لا يحل لمسلم يؤمن بالله واليوم الآخر أن يبني كنيسة أو محلا للعبادة ليس مؤسسا على الإسلام الذي بعث الله به محمدا؛ لأن ذلك من أعظم الإعانة على الكفر، وإظهار شعائره، والله عز وجل يقول: { وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

read more »

Oktober 24, 2010

HUKUM SHOLAT DI RUMAH ORANG KAFIR


بسم الله الرحمن الرحيم

HUKUM ORANG SHOLAT DI RUMAH

ORANG KAFIR

Oleh : ABDULLOH

Pada dasarnya bumi diciptakan oleh Allah dalam keadaan suci dan boleh melaksankan sholat dimana saja, berdasarkan hadits dari jabir bahwasanya rosululloh bersabda :

read more »

Oktober 21, 2010

HUKUM BERMAIN CATUR


 

Hukum Bermain Catur Selain Pada Waktu-Waktu Shalat

 

Kategori Gambar Dan Permainan
Minggu, 4 September 2005 01:07:04 WIB

HUKUM BERMAIN CATUR SELAIN PADA WAKTU-WAKTU SHALAT

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah boleh bermain catur dengan syarat-syarat sebagai berikut : Tidak terus menerus (kontinyu) tapi hanya pada waktu luang saja. Tidak saling mengejek Selama pemainan. Tidak melalaikan shalat-shalat wajib ? Mohon penjelasannya !

read more »

Oktober 21, 2010

HUKUM BUNGA BANK


بسم الله الرحمن الرحيم

 

BUNGA BANK

 

Masalah bunga bank termasuk masalah kontemporer dan belum ditemui pada zaman salaf, karena itu para salafus sholih belum pernah membahasnya .

·       Bunga bank yang hari ini ada, termasuk riba menurut kesepakatan para ulama` ( FATAWA LAJNAH DAIMAH XIII/342, MAJALAH AL BUHUTS AL ILMIYAH XVI/255).

·        Semua peserta sidang OKI kedua di karachi PAKISTAN , bulan desember 1970M telah menyepakati dua hal utama , yaitu:

1.   Praktek Bank dengan sistem bunga adalah tidak sesuai dengan syari`at Islam .

read more »

Oktober 21, 2010

adzan dua kali di hari jum’at


Soal     :Adakah dalil yang menerangkan tentang dua adzan pada waktu shalat jum’at?

Jawab  :Ada, diantaranya adalah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

…………

“Dari az-Zuhry dia berkata:Saya mendengar Said bin Yazid berkata:sesungguhnya adzan pada hari jum’at pada permulaannya adalah ketika imam duduk pada hari jum’at di atas mimbar pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

read more »

Oktober 20, 2010

Hukum wanita berziarah kubur


Hukum wanita berziarah kubur

Kamis, 01 April 04

Tanya : Saya mendengar dari sebagian pembimbing bahwa wanita tidak boleh secara qath’i menziarahi kubur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan saya telah memberitahukan hal itu kepada isteri dan ibu saya akan tetapi keduanya belum puas dengan hal itu. Oleh karena, sayat mohon diberikan penjelasan tentang hal ini secepat mungkin.

: Pertama: Berziarah kubur bagi kaum laki-laki adalah sunnah karena hal itu adalah perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan perintahnya, juga hal itu perbuatan Khulafaur Rasyidun dan seluruh shahabat radhiallâhu ‘anhum serta Aimmatul Muslimin tanpa adanya orang yang menyalahi hal itu; karenanya hal ini dianggap sebagai ijma’ . Juga hal itu, berdasarkan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam : “dulu aku melarang kalian menziarahi kubur…ingatlah, (sekarang) berziarahlah kalian”. Adapun bagi kaum wanita maka mereka tidak boleh melakukannya berdasarkan pendapat yang shahih dari dua pendapat para ulama berdasarkan perkataan Ibnu ‘Abbas radhiallâhu ‘anhuma : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat wanita-wanita penziarah kubur dan orang-orang yang menjadikan sebagai masjid dan tempat perapian”. Hadits ini diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan dan memiliki syahid (penguat dari sisi sanad-red) yaitu hadits Abu Hurairah dan Hassan bin Tsabit radhiallâhu ‘anhuma. Jadi, tidak ada pertentangan antara hadits ini dengan hadits yang membolehkan berziarah diatas. Hadits ini khusus buat kaum wanita karena diungkapkan dalam shighat/bentuk Jam’ul Muannats sedangkan hadits yang membolehkan diatas bersifat umum yang mencakup kaum wanita dan laki-laki dengan menggunakan dominasi shighat ar-Rijal (bentuk yang khusus bagi kaum laki-laki). Hadits yang melaknat wanita-wanita penziarah kubur tersebut mengkhusukan keumuman hadits pembolehan sehingga mengeluarkan kaum wanita dari pembolehan berziarah kubur. Kedua: Tangis wanita yang (biasanya) mengeluarkan suara merupakan bentuk an-Niyahah (meratap) yang merupakan dosa besar, baik hal itu dilakukan diatas kuburan ataupun tidak. Begitu juga dengan perbuatan mereka menampar-nampar pipi dan merobek-robek pakaian adalah merupakan dosa besar juga, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau berkata: “wanita yang meratap bila belum bertobat sebelum matinya maka dia akan dibangkitkan di Hari Kiamat dalam kondisi memakai baju kurung/jubah terbuat dari ter dan tameng besi yang sudah berkarat”. (H.R.Muslim). Begitu juga dalam hadits shahih yang lain bahwasanya beliau bersabda: “bukanlah dari kelompok kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek kantong pakaian dan berdoa dengan doa Jahiliyyah”. (H.R.Bukhari dan Muslim). (Fatawa al-Lajnah al-Daaimah lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifta’, IX, hal. 103-105, no. 2927)