Archive for ‘JIHAD’

Oktober 22, 2010

JIHAD TANPA IMAM


4. Sebagian pihak menyebarkan syubhat bahwa hari ini tidak ada kewajiban jihad karena tidak ada imam syar’i (kholifah) padahal jihad harus bersama imam. Orang-orang yang berjihad tanpa adanya kholifah pada zaman ini ; berdosa, akan kembali kepada adzab Allah dan berarti menangkap anak panah dari kemurkaan Allah dan menusukkan ke dadanya sendiri (bunuh diri).1

read more »

Iklan
Oktober 22, 2010

JIHAD MASA KINI


BAB VI

HAL-HAL PENTING DALAM PELAKSANAAN JIHAD MASA KINI

 

Setelah kita memahami ruang lingkup jihad yang telah dijelaskan dalam syari’at yang kemudian akan menjadikan kita lebih teguh dalam menempuh perjalanan jihad kita pada masa kita sekarang ini, mungkin akan muncul sebuah pertanyaan yang mengganjal pada benak sebagian kita, bagaimana mungkin jihad sebagaimana ditetapkan dalam syari’at tersebut bisa terlaksana dengan baik sementara kekuatan umat Islam persis sebagaimana yang diramalkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam, yaitu seperti buih yang dibawa banjir, tidak mempunyai bobot sama sekali.

read more »

Oktober 22, 2010

WANITA JELATA


WANITA JELATA

 

Seorang gubernor pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.

 

Dengan keheranan sang Gubernor bertanya, “Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?”

 

Janda bermuka buruk itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”

“Maksud engkau?” tanya sang Gubernor mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.”

Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu salat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”

Dengan jawaban seperti itu, sang Gubernor merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah rauh, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya.

 

Akhirnya sang Gubernor jatuh cinta kepada perempua lusuh yang berparas hanya lebih bagus sedikit dari monyet itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis pikir, bagaimana seorang gubernor bisa menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu.

 

Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernor dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, trmasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernor lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba trdengar bunyi berdenting, pertang ada orang gila yg melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.Gubernor lalu bertanya, “Mengapa kaubanting gelas itu?”

 

Tanpa takut wanita itu menjawab, “Ada beberapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurnag lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.”

Gubernor terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.

Sebab lainnya?” tanya Gubernor.Wanita itu menjawab, “Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Alquran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.”

 

Gubernor kian takjub. Demikian pula paran tamunya. “Masih ada sebab lain?”

Perempua itu mengangguk dan berkata, “Ketiga, dengansaya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernornya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.”Maka ketika kemudian Gubernor yang kematian istri itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkab berbalik sangat gembira karena Gubernor memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada gubernornya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.

Oktober 21, 2010

Apakah Adanya Imam Merupakan Syarat Jihad, Dan Apakah Syarat Itu Telah Terpenuhi Pada Saat Sekarang?


Apakah Adanya Imam Merupakan Syarat Jihad, Dan Apakah Syarat Itu Telah Terpenuhi Pada Saat Sekarang?

Kategori Jihad Fii Sabilillah
Selasa, 29 Nopember 2005 07:30:09 WIB

APAKAH ADANYA IMAM MERUPAKAN SYARAT JIHAD ?

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertanyaan
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Betulkah syarat jihad adalah harus ada imam ? Dan apa syarat-syarat imamah (menjadi imam)?

read more »

Oktober 20, 2010

Jihad fi Sabilillah


Jihad fi Sabilillah
Syaikh Sayyid Quthb

Al-Imam Ibnul Qayyim, dalam bukunya Zadul-Ma`aad, bab “Sikap Islam terhadap Orang-orang Kafir dan Munafik sejak Awal Kenabian Rasulullaah hingga Wafatnya , meringkas pengertian jihad dalam Islam sebagai berikut.

read more »